JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

(Bag 6) Terbebas usai Bertahun-Tahun Diculik Sindikat Pengamen di Jakarta, Ervan Bocah Asal Sragen Bersyukur Bisa Bertemu Keluarganya. Begini Pesannya Untuk Orang-Orang Yang Kehilangan Anaknya!

Kenangan Ervan (kanan) saat beranjak remaja dan dipungut oleh salah satu keluarga di Bogor. Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kisah Ervan Wahyu Anjasworo (16) bocah asal Dukuh Panurejo, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen, yang berhasil bertemu dengan keluarganya setelah 11 tahun hilang di Jakarta sejak usia 5 tahun, menyisakan cerita panjang.
Tak hanya pengalaman keras hidup di bawah kekangan sindikat pengamen di Ibukota, perjuangan panjang 11 tahun mencari keluarga itu juga memberi pengalaman hidup nan berharga bagi Ervan maupun orangtuanya.

“Bersyukur. Nggak nyangka apa yang Ervan lakuin dan perjuangan Ervan untuk mencari, nggak sia-sia. Meskipun butuh waktu lama, semua hanya butuh kesabaran,” paparnya ditemui di kediaman kakeknya didampingi ayahnya Suparno (37).

Ervan pun menyampaikan apa yang menimpanya semoga bisa menjadi pembelajaran bersama. Ia juga berpesan kepada orangtua yang mungkin kehilangan anaknya bertahun-tahun, agar tak mudah menyerah.

Baca Juga :  Kisah Satu Keluarga Besar asal Plupuh Sragen dari Kakek Hingga Cucu Harus Kosongkan Rumah Setelah Semuanya Positif Terpapar Covid-19. Sempat 3 Hari Isolasi Mandiri, Bermula dari Hajatan di Jakarta

“Saya yang sudah ngalamin sendiri. Dengan berjuang dan berdoa, 11 tahun akhirnya bisa bertemu keluarga. Setelah ini, nanti saya akan sekolah sambil mengasah keterampilan saya lagi di desa,” tukasnya.

Sementara, ayahnya, Suparno mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan kembali putranya yang sudah 11 tahun tanpa diketahui rimbanya.

Meski sempat pasrah 11 tahun, Suparno mengaku sebenarnya dalam hatinya  dirinya yakin anaknya masih hidup dan berharap keduanya segera dipertemukan.

Sampai akhirnya doanya terkabul, ketika kabar anaknya ditemukan itu menghampiri bersamaan dengan kepulangannya ke Sragen sejak pandemi Corona.

“Lalu tiba-tiba ada petugas Dinsos Sragen yang datang ke rumah menanyakan soal Ervan. Mereka memperlihatkan saya foto (Ervan). Saya yakin sekali itu benar anak saya,” urainya.

Baca Juga :  Tarif Murah, Bus Trans Jateng Solo-Sangiran-Sumberlawang Jadi Primadona Warga. Berpeluang Dibuka Feeder Langsung ke Sangiran dan Gunung Kemukus, Setuju?

Suparno ditemani petugas, kemudian menjemput anaknya ke panti sosial Kota Bogor, Senin (5/10/2020). Di momen itulah untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, Suparno bisa memeluk anaknya.

“Saya peluk. Ya kangen-kangenan namanya 11 tahun tidak bertemu,” kata Suparno.

Bersyukur anaknya kembali ke pelukan, Suparno mengucapkan terimakasih yang tidak terkira kepada seluruh pihak yang membantu Ervan selama terpisah darinya.

Suparno berharap kejadian yang dialaminya menjadi pengalaman bagi orangtua lain untuk lebih mengawasi anaknya.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu, juga kepada orang-orang yang sempat mengangkat Ervan sebagai anak. Semoga mereka bisa diberi umur panjang dan banyak rezeki. Saya harap ini menjadi pelajaran bagi orangtua untuk mengawasi anaknya lebih lagi,” pungkas Suparno. (Wardoyo/Habis)