JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo Mbak Luluk Gelontor Beragam Bantuan ke Petani, Mulai Bibit Kopi Ternak RPL Hingga Alsintan

Mbak Luluk bersama Mentan menanam bibit Jahe. Foto : istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Mbak Luluk bersama Mentan menanam bibit Jahe. Foto : istimewa

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM
Anggota DPRRI Komisi IV dari Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah atau akrab disapa Mbak Luluk bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja (kunker) di sejumlah daerah di Jateng, Kamis (15/10/2020).

Dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , di Wonogiri, Jumat (16/10/2020), daerah yang dikunjungi di antaranya Boyolali, Demak, hingga Karanganyar.

Kunjungan di Karanganyar dipusatkan di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo.
Mendampingi Menteri Pertanian, Mbak Luluk berkunjung ke rumah Willy Suratman Dusun Kanilan, Desa Kragan, yang menjalankan sistem pertanian terpadu (Integrated Farming). Dia memanfaatkan lahan sekitar 3.500 meter. Willy membudidayakan ikan, menanam pisang dan juga empon-empon.

Baca Juga :  Razia Masker Digelar di Perbatasan Jateng-Jatim di Kecamatan Puhpelem Wonogiri, Sementara di Ngadirojo Dilaksanakan Hingga Malam Hari, Seperti ini Hasilnya

Bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Mbak Luluk ikut menanam jahe merah, sebagai salah satu komoditas yang jadi primadona saat ini.

Dalam sambutannya Syahrul mengapresiasi petani yang bisa meningkatkan kesejahteraan dengan meningkatkan produksi pertanian yang pada hakekatnya untuk ketahanan pangan indonesia saat ini. Syahrul berharap Bupati Karanganyar Juliyatmono dapat mengembangkan Korporasi Petani dan akan disupport oleh Kementan, tapi sistemnya harus dibenahi dari hulu sampai ke hilir. Pihaknya berharap petani tidak lagi menjual gabah tapi menjual beras.

Baca Juga :  Apa yang Terjadi Hingga Elemen Masyarakat Wonogiri Deklarasi Tolak Demo Anarkis, Apa Mau Ada Demo Omnibus Law?

Menjawab persoalan pupuk di Karanganyar, Syahrul lansung perintah ke Dirjen Pupuk Kementan untuk menyelesaikan secepat mungkin. Karena sektor pertanian ini menjadi satu-satunya yang tidak jatuh di landa pandemi COVID-19.

Pada akhir acara Mbak Luluk menyerahkan program aspirasi ke beberapa perwakilan kelompok tani. Ada bibit kopi seluas 65 hektare di Desa Segorogunung, ada bantuan ternak, ada bantuan Rumah Pangan Lestari (RPL) dan juga alsintan.

“Program ini akan meningkatkan kesejahteraan petani yang endingnya sebagai garda terdepan dalam situasi pandemi COVID-19 dalam menyediakan pangan,” jelas Mba Luluk. Aria