JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Cara Nyentrik Hasan Mulachela Edukasi Protokol Kesehatan: Berbagi Sembako pada Pengemudi Becak dan Janda Miskin, yang Tak Pakai Masker Tak Dapat Jatah Paket

Hasan Mulachela saat membagikan paket sembako dan uang kepada para pengemudi becak di Pasar Klewer, Rabu (28/10/2020). Foto: JSNews/Prabowo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Hasan sembako
Hasan Mulachela saat membagikan paket sembako dan uang kepada para pengemudi becak di Pasar Klewer, Rabu (28/10/2020). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu disambut dan diperingati masyaralat muslim di belahan dunia manapun, tak terkecuali di Indonesia. Umat muslim di tanah air juga antusias memperingati hari lahir Nabi Muhammad yang kali ini jatuh tanggal 29 Oktober 2020 tersebut.

Kaum muslimin di pelosok Indonesia biasanya menggelar pengajian dan sholawatan untuk memperingati junjungannya. Namun, ada juga cara unik yang dilakukan oleh Habib Hasan Mulachela, warga Solo saat memperingati dan menyambut hari kelahiran Rasulullah SAW.

Hasan memilih berkeliling jalanan Kota Solo untuk berbagi paket sembako kepada kaum dhuafa seperti pengemudi becak, janda dan pengemis yang ditemuinya di jalanan. Lebih unik lagi, pembagian sembako ini juga dikaitkan dengan program edukasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Ada banyak cara meneladani Rasulullah, saya memilih berbagi kebutuhan pokok dengan para kaum dhuafa. Itu pula yang selalu dilakukan Nabi Muhammad semasa hidupnya. Beliau mengajarkan kepada ummatnya untuk selalu berbagi terutama kaum dhuafa. Maka lewat momentum memperingati hari lahir beliau Nabi Muhammad ini saya juga ingin berbagai dengan mereka yang membutuhkan,” ungkap Hasan Mulachela kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (28/10/2020).

Apalagi jika dikaitkan dengan masa pandemi Covid-19 ini, semakin banyak warga yang membutuhkan sembako untuk bertahan hidup. Untuk itulah sangat tepat jika pembagian sembako dipilih Hasan dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. “Saya sering mendegar keluhan banyak warga situasi pandemi Covid ini banyak yang kesulitan mencari uang. Maka paket sembako ini setidaknya bisa membantu sebagian kaum dhuafa,” papar Hasan.

Baca Juga :  Wali Kota Solo Siap Dicopot dari Jabatannya Jika Terbukti Abai Protokol Kesehatan

Hasan pun tidak hanya berhenti membagi sembako, tetapi ia juga mengkaitkan dengan edukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pembagian sembako itu juga dia manfaatkan sebagai sarana untuk mengedukasi penerapan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bagaimana caranya? “Ya mereka yang menerima paket sembako harus memakai masker, tidak jaga jarak dan cuci tangan dulu. Kalau gak pakai masker tidak saya kasih paket sembakonya,” ungkapnya.

Hasan yang juga seorang pengusaha katering ini juga memberikan pertanyaan dan juga pengarahan tentang pencegahan Covid. Mereka yang bisa menjawab, diberi tambahan oleh Hasan. Selain paket sembako, Hasan juga memberikan sejumlah uang kepada para kaum dhuafa yang ditemuinya tersebut.

“Kalau edukasi dan sosialisasi dengan poster, dengan tulisan, dengan ceramah kan sudah banyak. Ya saya langsung terjun saja mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan. Sambil saya kasih paket sembako. Itu lebih mengena dan dipatuhi oleh masyarakat,” ungkap Hasan yang mantan juga mantan Anggota Legsilatif dari PPP ini.

Sejak Rabu (28/10/2020), Hasan berkeliling ke sejumlah jalanan mengendarai mobil mewahnya yang sudah dipenuhi sembako. Di antaranya menyusuri kawasan Pasar Klewer, Pasar Gedhe, Pasar Kliwon dan lainnya. Ia menemui pengemudi becak yang mangkal di kawasan itu.  Selain beras tiap paketnya 5 kilogram, Habib Hasan juga memberikan uang Rp 100 ribu.

Baca Juga :  Resepsi Pernikahan Mulai Marak, Wali Kota Solo Minta Penyelenggara Patuhi Prokes. Tak Boleh Ada Hidangan di Lokasi, Durasi Maksimal 2 Jam

“Saya hanya menjalankan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW, untuk berbagi dengan masyarakat kurang mampu. Apalagi saat pandemi seperti ini, pemasukan tukang becak menurun bahkan sering gak dapat penumpang. Mudah-mudahan bisa sedikit membantu,” tuturnya.

Kalau pemerintah daerah sering melakukan razia masker, dan kemudian sanksinya membersihkan sampah di sungai dan jalan, maka Hasan memilih sanksinya kaum dhuafa yang tidak pakai masker maka tidak mendapat jatah paket sembako.

“Jadi sanksinya tidak membersihkan sungai dan sebagainya, tapi yang tidak pakai masker ya tidak saya berikan beras atau uang. Ini agar masyarakat sadar pentingnya menjalankan protokol kesehatan itu,” tuturnya.

Aksi yang dilakukan Habin Hasan ini sempat menimbulkan penasaran pengunjung Pasar Klewer. Tak sedikit, dari mereka yang mengabadikan momentum tersebut dengan merekam aksinya.

Sebelumnya, Hasan juga melakukan aksi serupa di “Kampung Janda” Kawasan Sangkrah RT05/ RW11 Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Aksi yang dilakukan itu, disambut positif oleh maayarakat setempat.

Tak sampai disitu, Hasan juga mengunjungi Panti Asuhan Keluarga Yatim Aisyiyah, Bekonang, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo untuk memberikan santunan kepada para santriwati sambil mendidik dan mengedukasi mereka pentingnya melaksanakan prortokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 ini.(A Syahirul|Prabowo)