JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kepesertaan 373.745 Penerima Kartu Prakerja Dicabut Lantaran Tak Kunjung Membeli Paket Pelatihan

Ilustrasi kartu prakerja. Foto: prakerja.go.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lantaran tak kunjung menggunakan fasilitas pelatihannya dalam kurun waktu yang telah ditentukan, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja resmi mencabut kepesertaan 373.745 orang.

Mereka yanh dicabut adalah dari kelompok penerima bantuan Kartu Prakerja 
gelombang satu hingga sembilan.

“Karena tidak membeli pelatihan pertama dalam kurun waktu 30 hari sejak dinyatakan lolos sebagai peserta program Kartu Prakerja,” ujar Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada Tempo, Kamis (29/10/ 2020).

Pencabutan status kepesertaan diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020.

Adapun untuk para penerima kartu prakerja gelombang sepuluh, kata Louisa, diberi tenggat waktu hingga 31 Oktober 2020 pukul 23.59 untuk membeli pelatihan pertama. Apabila tidak dipergunakan, maka kepesertaan mereka pun terancam dicabut.

Baca Juga :  Video Penggerudukan Rumah Ibunda Menko Polhukam, Mahfud MD: Kali Ini Mereka Ganggu Ibu Saya

“Kami memantau kepesertaan gelombang 10 hingga 31 Oktober untuk melihat berapa orang yang akan dicabut kepesertaannya. Harapan kami semua peserta sudah melakukan pembelian pelatihan pertama supaya kepesertaannya tidak dicabut,” kata Louisa.

Sebelumnya, rencana pemerintah kembali membuka gelombang pendaftaran baru program Kartu Prakerja pada akhir bulan ini tinggal menunggu persetujuan final dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja atau KCK, Rudy Salahuddin menyatakan, sejak awal pekan ini pemerintah telah menyampaikan rencana pembukaan gelombang 11 pendaftaran program Kartu Prakerja itu.

Baca Juga :  Munas X MUI Bahas 5 Fatwa: Empat Fatwa Terkait Haji dan Satu soal Penggunaan Sel Diploid Manusia untuk Obat dan Vaksin

KCK menargetkan pendaftaran dibuka selambat-lambatnya pengujung Oktober 2020 ini.

“Intinya kami terbuka dan siap apabila diminta membuka gelombang 11. Kami harus segera mengerjakan, tapi mungkin sebelum akhir bulan Oktober ini kita harus menyelenggarakan untuk pembukaan gelombang ke-11,” kata Rudy saat webinar Kartu Prakerja Rabu (14/10/ 202).

Namun begitu, ia tidak bisa menjanjikan kuota akan setinggi gelombang-gelombang sebelumnya. Pasalnya, kuota untuk gelombang 11 hanya berisi sisa dari pendaftar yang dianulir kepesertaannya pada gelombang 1-10.

www.tempo.co