JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Catat, Kapolri Tegaskan Tak Ada Tilang pada Operasi Zebra Candi 26 Oktober-8 November. Operasi Diminta Kedepankan Simpatik dan Edukatif!

Kapolri Idham Azis berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/2/2020) / tempo.co

 

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Kepala Kepolisian RI, Jenderal Idham Azis menginstruksikan seluruh jajaran Korps Lalu Lintas untuk mengedepankan langkah edukasi dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2020. Polri tidak memberikan tilang maupun target tilang pada operasi kali ini.

“Bahwa Operasi Zebra tahun ini lebih mengedepankan simpatik dan edukasi. Tidak ada tilang dan target tilang,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Korlantas Polri menggelar Operasi Zebra 2020 selama dua pekan ke depan, terhitung sejak 26 Oktober sampai 8 November 2020.

Argo mengatakan, operasi di tengah masa pandemi Covid-19 ini, lebih berorientasi pada kegiatan simpatik, berupa penyuluhan, penerangan, bagi-bagi masker, sembako dan kegiatan sosial lainnya.

Baca Juga :  Buruan, Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Sragen Masih Diperpanjang. Dilayani Tiap Hari Sampai Sabtu, Pembayar Sudah Ada Peningkatan 15 %

“Operasi kemanusiaan di tengah pandemi lebih dibutuhkan masyarakat,” jelas Argo.

Adapun delapan prioritas yang menjadi sasaran operasi yang dilakukan Polri adalah:

1.Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standart (SNI).
2.Pengendara ranmor R4 yang tidak menggunakan safety belt.
3.Mengemudikan ranmor dalam pengaruh alkohol.
4.Pengendara ranmor yang melawan arus.
5.Mengendarai ranmor yang melebihi batas kecepatan.
6.Pengemudi yang menggunakan HP pada saat mengemudikan kendaraan.
7.Pengendara ranmor yang masih di bawah umur.
8.Keabsahan administrasi ranmor (surat-surat).

Sementara di Sragen, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasat Lantas AKP Ilham Syafriantoro Sakti mengatakan operasi tersebut sudah dimulai sejak hari Senin (26/10/2020) dan akan berjalan selama dua pekan ke depan.

Baca Juga :  Optimis 80 % Suara Yuni Suroto, Agustina Sebut Musuh Terbesar Yang Harus Diwaspadai di Pilkada Sragen Adalah Ini!

Adapun sasaran utamanya adalah pelanggaran ketaatan tertib berlalu lintas. Di antaranya tidak menggunakan helm standar nasional atau SNI, kelengkapan surat-surat kendaraan dan melawan arus.

“Itu sasaran utamanya untuk ketertiban berlalu lintas,” paparnya kepada wartawan, Kamis (29/10/2020).

Kasat menyampaikan operasi akan dilaksanakan dengan sistem hunting. Sehingga tidak ada titik statis yang dijadikan lokasi operasi.

Selain sasaran ketertiban berlalulintas, operasi juga akan menyasar pada ketertiban protokol kesehatan. Mengingat kondisi saat ini masih dalam pandemi covid-19. (Wardoyo/Tempo.co)