JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Corona Kembali Menggema di Kendal, Klaster Pondok Pesantren Catatkan 92 Kasus Covid-19

Ilustrasi penyebaran virus corona atau covid-19. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gelombang penambahan kasus virus corona atau covid-19 di Kabupaten Kendal kembali menggema. Kini, penambahan kasus covid-19 paling menonjol dari klaster pondok pesantren.

Penambahan kasus yang terjadi alami lonjakan yang terbilang tinggi.Data yang dihimpun, dari tiga pesantren yang menjadi klaster baru covid-19, jumlah total penambahan pasien covid-19 mencapai 92 kasus baru.

“Berdasarkan catatan kami, dari 3 pondok pesantren terjadi penambahan kasus Covid-19 dengan total kasus 92 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2020) siang.

Lebih detail, Ferinando menguraikan, penyebaran virus Corona di Kabupaten Kendal kini tak hanya terjadi di lingkungan keluarga maupun perkantoran saja. Ferinando juga menyatakan, selain klaster pesantren, klaster penyebaran Covid-19 juga terjadi di perkantoran.

Data terbaru, lanjut dia, selain Polres Kendal, penyebaran Corona juga terjadi di Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) Kendal, Dinas Pertanian dan Pangan Kendal serta kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal.

Baca Juga :  Dilaunching di Lingkungan Kawasan Industri, BRT Kendal-Mangkang Resmi Beroperasi

Masing-masing 15 kasus di Polres Kendal, 3 kasus di Dinas Perdagangan, 3 kasus di Dinas Pertanian dan Pangan, dan 3 kasus di Dinas DP2KBP2PA. Dengan lonjakan kasus yang ada, Dinkes mencatat 1.026 orang di Kendal terpapar Covid-19. Rinciannya, 271 orang menjalani isolasi mandiri, 45 orang menjalani perawatan, 50 pasien meninggal, dan sisanya sembuh.

Dengan jumlah tersebut, kini Kabupaten Kendal menduduki peringkat 5 se-Jawa Tengah dengan jumlah banyaknya kasus Covid-19. Saat ini sudah tembus seribu kasus lebih.

“Saat ini Kendal masih zona merah meski ketika dirinci hanya Kecamatan Kota Kendal yang terdapat kasus terbanyak. Saat ini kita coba maksimalkan pencegahan dengan melibatkan tim Satgas gencar melakukan razia masker dan pelanggar protokol kesehatan,” imbuh dia.

Ia juga menguraikan, penambahan kasus covid-19 melonjak di lingkungan pondok pesantren. Ia menyebutkan, tiga ponpes tersebut meliputi, ponpes Darul Arqom Patean, Pondok Modern Selamat (PMS) Kendal, dan Pondok Pesantren Roudlotul Ursyl Qur’an di Kertosari, Singorojo.

Baca Juga :  60 Warga Pelanggar Protokol Kesehatan Disanksi Sosial

“Kasus terbaru di ponpes Roudlotul Ursyl Qur’an sebanyak 34 orang, 44 kasus ponpes Darul Arqom sedangkan 14 kasus di PMS,” terang dia.

“Sedangkan dua kasus di dua pesantren di wilayah atas melakukan isolasi mandiri santri-santrinya yang positif. Sedangkan 14 santri positif Corona di Pondok Modern Selamat diisolasi di RSDC. Tiga di antaranya sembuh,” imbuh dia.

Dalam pemaparannya, Ferinando juga mengimbau agar pengasuh pondok pesantren tidak memulangkan santri yang terpapar Covid-19 hingga dinyatakan sembuh.

“Saya sangat berharap agar pengelola ponpes lebih mengetatkan protokol kesehatan meski kegiatan belajar mengajar agama tidak diberhentikan,” terang dia.

“Santri-santri yang positif Covid-19 kami minta jangan dipulangkan. Lakukan isolasi manditri di pesantren. Sebab kalau dipulangkan nanti bisa menular ke keluarganya atau orang-orang yang ada di lingkungannya,” sambung dia. Satria Utama