JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Covid-19 Meledak di Sunggingan Miri, Total Tambah 10 Kasus Positif dan 1 Suspek Meninggal Hari Ini. Kasus Covid-19 Sragen Tembus 803 Kasus, Sudah 87 Warga Meninggal

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 Sragen terus mengalami peningkatan. Hari ini, Rabu (28/10/2020), kasus covid-19 kembali bertambah 10 kasus positif.

Tidak hanya itu, satu warga hari ini juga dilaporkan meninggal dengan status suspek covid-19. Tambahan 10 menaikkan kasus covid-19 Sragen melampaui angka 800 yakni 803 kasus positif.

Fakta itu terungkap dari data yang dilansir oleh situs resmi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Sragen, Rabu (28/10/2020) petang.

Berdasarkan data yang dirilis hingga petang ini, ada tambahan 10 warga yang kembali terpapar positif covid-19. Selain itu ada satu warga meninggal dengan status suspek covid-19.

Baca Juga :  Doa Bersama Untuk Bangsa, 15 Jaringan Laskar Santri Sragen Tolak Dakwah Berbau Kebencian dan Provokatif. Dukung TNI-Polri Tindak Tegas Oknum dan Kelompok Perongrong Pemerintah

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengungkapkan tambahan 10 kasus positif itu diketahui positif setelah hasil swab test keluar hari ini.

Sepuluh kasus baru itu tersebar di lima kecamatan. Masing-masing empat kasus di Sunggingan Miri, dua di Kedawung, dua dari Tanon dan dua lainnya dari Sragen dan Sambungmacan.

“Hari ini ada penambahan 10 kasus positif. Hasil swab keluar hari ini. Ada satu suspek kembali meninggal dunia,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (28/10/2020).

Dengan tambahan 10 kasus itu, maka sampai hari ini total kasus positif hari ini mencapai 803. Dengan rincian 109 masih dirawat, 662 pasien sembuh dan  32 meninggal dunia.

Baca Juga :  Momen Hari Jadi Karanganyar Malah Masuk Zona Merah, Fraksi PKS Sebut Sistem Penanganan Loss Doll!

Kemudian untuk suspek covid-19 tercatat sebanyak 338 orang dengan rincian 19 pasien dirawat, 267 sembuh dan 52 meninggal dunia. Lantas ada 15 warga isolasi mandiri dan 551 kontak erat.

Sementara jumlah total warga yang meninggal tercatat mencapai 87 orang. Rinciannya 52 suspek, 32 positif, 1 ODP asal Jati Sumberlawang, 1 PP balita asal Kedawung dan satu pasien positif sembuh lalu meninggal asal Sribit Sidoharjo.

Tatag yang juga Sekda Sragen sangat berharap warga makin waspada dan menaati protokol kesehatan. Wardoyo