JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dibayang-Bayangi Pandemi Covid-19, Jangan Kaget KUA PPAS APBD Karanganyar Tahun 2021 Diwarnai Penurunan Penerimaan Hingga Rp 138 Milyar

Rohadi Widodo. Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan anggaran (Banggar) DPRD Karangaanyar mulai melakukan pembahasan draft Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran sementara (KUA PPAS) APBD tahun 2021.

Pembahasan KUA PPAS ini akan dilakaukan mulai Senin (19/10/2020) malam bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Karanganyar.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan dalam pembahasan KUA-PPAS APBD TA 2021 akan digelar secara maraton hingga tuntas.

Menurutnya, dalam anggaran tahun 2021 ini terjadi penurunan penerimaan, baik dari Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Insentif Daerah.
Penurunan penerimaan tersebut, Rohadi mencapai Rp 138 milyar.

Baca Juga :  Dihantam Covid-19, APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Anjlok Rp 130 Miliar. Transfer Dana APBN Juga Turun Rp 133 Miliar

“Dengan penurunan penerimaan tersebut, dibutuhkan penataan program yang akan menjadi prioritas,” kata Rohadi, Senin (19/10/2020).

Dijelaskan Rohadi, postur anggaran nanti akan disusun sesuai dengan kesiapan keuangan daerah. Apakah nanti akan sama dengan tahun 2020 atau tidak.

Sejauh ini, belum bisa diketahui apakah tahun 2021 mendatang masih dibayang-bayangi pandemi atau tidak.

“Kita lihat saja,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Karanganayar, Endang Muryani berharap dalam pembahasan KUA PPAS tahun 2021 mendatang lebih diprioritaskan kepada percepatan penanganan penanggulangan Covid-19.

Baca Juga :  Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Akan Kurangi Libur Panjang Akhir Tahun 2020. Menko PMK: Sesuai Arahan Presiden

Kemudian kegiatan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak wabah yang disebabkan oleh virus ini. Serta mengalokasikan anggaran yang lebih untuk penanggulangan bencana alam.

“Saya berharap dalam pembahasan anggaran 2021 mendatang, lebih memprioritaskan kepada percepatan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Prioritas lebih juga dilakukan teradap penanggulangan bencana alam, terutama saat ini mulai memasuki musim penghujan,” tandasnya. Wardoyo