JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dinkes Karanganyar Tegaskan Penjahit Asal Harjosari Karangpandan Meninggal Positif Covid- 19 Karena Sering Keluar Masuk Rumah Sakit. Kades Sebut Warga Sempat Tak Percaya, Tapi Hasil Swab Akhirnya Tak Terbantahkan!

Prosesi pemakaman warga Karangpandan positif covid-19. Foto/Beni

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menegaskan penjahit di Pasar Karangpandan berinisial MM (52) warga Desa Harjosari memang meninggal akibat positif terpapar covid- 19.

Almarhum meninggal saat menjalani perawatan di RS Dokter Moewardi Solo.

Sekretaris DKK Karanganyar, Purwanti mengatakan diduga penyebab almarhum terkena covid-19 itu karena efek dari sering keluar masuk rumah sakit. Pasalnya sebelum terkena covid almarhum memiliki riwayat penyakit lain.

“Benar itu almarhum MM terkena covid-19 setelah dilakukan test swab pekan lalu sebelum meninggal. Hasil swab dinyatakan positif covid-19,” tandasnya.

Purwanti menjelaskan almarhum MM bukan termasuk klaster baru covid dari Pasar Karangpandan. Tetapi karena efek dari sering keluar masuk rumah sakit.

Baca Juga :  Apa Kabar Pembelajaran Tatap Muka di Karanganyar, Begini Pernyataan Terbaru Kadinas Pendidikan! 

Sedangkan klaster Pasar Karangpandan diketahui 9 orang dilakukan test swab hasilnya semua negatif.

Sementara itu, Kades Harjosari Sutarso menjelaskan berdasar laporan resmi dari RSUD dr Moewardi Solo (RSDM) Solo almarhum memang positif covid-19. Hanya saja almarhum itu tertular darimana pihaknya tidak tahu.

Diakui Kades Sutarso ada sejumlah warga Harjosari yang masih mempertanyakan penyebab meninggalnya MM yang juga Ketua RT Dusun Bakalan tersebut.

“Kalau soal percaya dan tidak, semula kami juga tidak percaya MM tertular covid. Tapi fakta resmi mengikat hukum ada bukti tes swab RSDM bahwa MM positif covid-19 ya berarti kenyataannya covid-19,” tandasnya.

Baca Juga :  Berikut Daftar 10 Warga Sragen Positif Covid-19 Hari Ini. Ada 4 Lansia asal Sunggingan Miri dan Remaja 15 Tahun dari Karangtalun Tanon
Sutarso. Foto/Beni

Kades juga menjelaskan kecurigaan warga tidak percaya MM terkena covid hingga meninggal dunia. Karena hasil tracking 9 orang yang kontak erat dengan almarhum dan dilakukan tes swab diketahui negatif.

Namun ternyata belakangan diketahui data dari DKK Karanganyar ternyata korban tertular akibat sering keluar masuk rumah sakit karena memiliki riwayat sakit yang lain.

Tetapi bahwa korban dinyatakan positif covid-19 adalah fakta tak terbantahkan hingga akhirnya meninggal dunia. Beni Indra