JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gagal Usung Paslon, Begini Kabar Terbaru Sikap Politik Partai Gerindra Menuju Pilkada Sragen. Merapat Yuni-Suroto atau Abstain?

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro saat memberikan pengarahan. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah gagal mengusung calon di Pilkada Sragen, Partai Gerindra mengaku belum menentukan sikap politik menjelang Pilkada.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jateng menyebut masih menunggu putusan dari DPP Gerindra untuk sikap politik di Pilkada Sragen.

“Sampai hari ini, belum ada keputusan sikap dari DPP untuk Pilkada Sragen. Apakah merapat ke paslon yang sudah ada atau akan abstain, kami masih menunggu petunjuk dan putusan DPP,” papar Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (27/10/2020).

Legislator Gerindra Provinsi Jateng Dapil VI Sragen-Wonogiri-Karanganyar itu menguraikan meski belum ada keputusan, menurutnya nanti pasti akan ada sikap akhir Gerindra terkait Pilkada Sragen.

Akan tetapi kapan keputusan DP akan turun, pihaknya belum bisa memastikan.
“Kami masih menunggu,” tukasnya.

Seperti diketahui, sempat menerbitkan rekomendasi untuk Sukiman-Iriyanto, Gerindra akhirnya gagal mengusung keduanya karena sampai akhir batas waktu pendaftaran, tidak ada parpol mitra koalisi.

Baca Juga :  Pulang Kondangan Hajatan dari Jakarta, Satu Keluarga Besar di Plupuh Sragen Positif Terpapar Covid-19. Mulai dari Kakek, Anak, Menantu Hingga Semua Cucu Dibedol Untuk Isolasi, Warga Sempat Ketakutan

Lima kursi yang dimiliki Gerindra Sragen tak cukup untuk mendorong Sukiman-Iriyanto karena batas minimal untuk mengusung paslon adalah 9 kursi.

Kegagalan meraih rekomendasi partai PKS untuk koalisi, membuyarkan harapan Gerindra dan pasangan Sukiman-Iriyanto, untuk bisa maju melawan petahana, Yuni-Suroto.

Sriyanto pun menyampaikan tiga hal penting atas apa yang terjadi dalam dinamika politik menjelang Pilkada Sragen 2020 ini.

“Kecewa, tentu sangat kecewa karena kami tidak bisa mengusung calon ke Pilkada Sragen. Tapi bagaimana lagi, fakta memang seperti itu,” papar Sriyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , sesaat usai penutupan pendaftaran paslon beberapa waktu lalu.

Sriyanto kemudian menegaskan ada tiga pernyataan resminya terkait dinamika politik dan Pilkada Sragen.

Pertama, mewakili Gerindra pihaknya memohon maaf kepada sebagian masyarakat Sragen yang sebenarnya menginginkan ada rivalitas dalam kontestasi Pilkada 2020 ini.

Baca Juga :  Keren, Sepakterjang 2 Usahawan Muda asal Sragen Ini Gapai Kesuksesan dari Nol. Rosita Berkibar lewat Usaha Make Up Artis, Titis Punya 80 Cabang Es Dawet Kekinian di Seluruh Pulau Jawa

Kemudian kedua, mengapresiasi Sukiman-Iriyanto yang sudah berjuang untuk maju berkontestasi meski fakta akhirnya gagal memenuhi target meraih rekom partai untuk mitra koalisi.

Menurutnya fakta politik itu harusnya menjadi pembelajaran politik bagi keduanya. Bahwa dalam politik memang tidak boleh baperan.

“Ya inilah politik dan dinamikanya. Dan politik itu nggak boleh baperan. Tapi apapun kami tetap mengapresiasi Pak Sukiman-Iriyanto yang sudah berusaha. Mudah-mudahan ini sebagai pembalajaran politik,” tukasnya.

Ketiga, untuk sikap politik selanjutnya, pihaknya secara kelembagaan tetap akan menunggu kebijakan dari DPP.

“Karena tidak mendaftar, tentu kami akan mengambil sikap politik. Karena tidak mengusung, opsinya tinggal dua. Apakah mendukung yang sudah ada ataukah abstain,” terangnya.

Meski tidak mendaftar, pihaknya tetap meminta DPC fokus pada pengembangan partai karena masih banyak persoalan partai yang harus dikembangkan. Wardoyo