JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Ada Pedagang Meninggal Karena Covid-19, Pasar Harjodaksino Ditutup Lagi, Total Kasus Positif di Solo 1.079 Orang

Ilustrasi pemeriksaan virus corona atau covid-19. Foto: Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Perdagangan Solo kembali menutup Pasar Harjodaksino selama satu pekan. Penutupan dilakukan karena salah satu pedagang di pasar tersebut meninggal dunia akibat covid-19.

Sebelumnya, pasar yang sama pernah ditutup oleh Disdag Solo pada Juli 2020 lalu karena sejumlah pedagangnya positif covid-19. Penutupan kali ini dilakukan mulai Minggu (25/10/2020) hingga tanggal 1 November 2020.

Kepala Disdag Kota Solo, Heru Sunardi mengungkapkan, semula direncanakan penutupan hanya dua hari, Minggu-Senin (25-27/10/2020). Namun kemudian berdasarkan kondisi dan situasi yang berubah maka penutupan diperpanjang.

“Di Pasar Harjodaksino ada tiga orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dua orang pedagang dan satu petugas kebersihan. Awalnya kita mau tutup dua hari saja, tapi tadi dapat kabar salah satu pedagang meninggal, akhirnya kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan karena akan ada tracing serta swab massal makanya penutupan kita perpanjang,” urainya, Senin (26/10/2020).

Baca Juga :  2 Pegawainya Positif Covid-19, Kampus ISI Solo Lockdown Hingga 28 November

Selanjutnya, Heru menambahkan, pihaknya akan melakukan tes swab pada 50 warga Pasar tersebut Selasa (27/10/2020).

“Kalau hasil swabnya negatif akan langsung kita buka lagi, intinya penutupan dilakukan karena pedagang akan diswab dan selama menunggu hasilnya mereka harus karantina mandiri dulu tidak boleh kemana-mana,” imbuhnya.

Baca Juga :  Yayasan Baitul Maal PLN Klaten Gandeng SOLOPEDULI Salurkan Sembako dan Beri Motivasi Bagi Para Pengungsi Merapi

Di sisi lain, kasus covid-19 di Kota Solo masih terjadi penambahan. Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Solo per Senin (26/10/2020), terdapat 12 kasus batu positif covid-19.

Dengan penambahan tersebut, maka jumlah kumulatif menjadi 1.079 orang. Dengan rincian, 61 orang dirawat, 230 orang menjalani isolasi mandiri, 747 orang sembuh dan 41 orang meninggal dunia.

Sedangkan untuk akumulasi pasien suspek menjadi 1.273 orang. Dengan rincian, 22 orang dirawat, dua isolasi mandiri, 1.181 discard dan 68 orang meninggal dunia. Prihatsari