JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gedung Balai Kota DKI Jakarta Nyaris Dibakar, Seorang Wanita Paruh Baya Meracau Sambil Bawa Bensin Dalam Botol Air Mineral

Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Foto: wikimedia.org via Tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Gedung Balai Kota DKI Jakarta hampir menjadi sasaran aksi pembakaran seorang wanita paruh baya, Selasa (27/10/2020). Wanita yang diketahui kemudian bernama Emawati itu berhasil lolos dari pemeriksaan dan masuk ke gedung sambil membawa botol air mineral berisi bensin di dalam tasnya.

Insiden tersebut dibenarkan Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Budi Awaluddin, yang menyebut kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Disampaikan Budi, wanita tersebut sempat masuk hingga lantai 12 gedung Blok G komplek Balai Kota DKI Jakarta.

Dipaparkan Budi, kejadian bermula dari seorang wanita paruh baya yang mendatangi gedung Balai Kota DKI Jakarta dan mengaku ingin menyerahkan surat ke bagian Biro Ekonomi Sekretariat Daerah.

Wanita tersebut sempat menjalani pemeriksaan barang bawaan menggunakan mesin pindai sinar-x dan di dalam tasnya terlihat ada botol air mineral ukuran 1,5 liter. Namun petugas menduga itu hanya berisi air mineral dan meloloskannya.

Namun saat sampai di kantor Biro Ekonomi di lantai 12 Blok G, wanita tersebut memaksa masuk dan terus meracau bahkan berteriak-teriak. Petugas pengamanan dalam (Pamdal) Balai Kota pun mencoba menenangkannya.

Baca Juga :  Ini 6 Orang Yang Ditetapkan Sebagai Tersangka Bersama Edhy Prabowo

“Petugas Pamdal mencoba menenangkannya tetapi tidak bisa. Akhirnya, Pamdal minta bantuan sama petugas polisi dan TNI yang berjaga,” ujar Budi, dikutip Tempo.co, Rabu (28/10/2020).

Petugas pengamanan, lanjut Budi, lantas mengambil tas milik wanita tersebut setelah dia mengancam hendak membakar gedung.

Setelah tas diperiksa, barulah ketahuan isi tas tersebut, yakni sebotol bensin dan kerta karton yang digulung. Diduga kedua benda tersebut yang akan digunakan untuk menyalakan api.

“Bensin dan kertas itu yang diduga untuk membakar gedung. Sebab ancamannya itu,” imbuh Budi.

Dilaporkan ke Polisi

Disampaikan Budi, awalnya pihak pemerintah DKI Jakarta tidak ingin memperkarakan insiden tersebut karena menduga kondisi kejiwaan wanita itu tidak stabil. Hal itu juga berdasar keterangan petugas yang menyebut cara bicaranya tidak beraturan. Bahkan, surat yang dibawa wanita itu sangat berantakan dan sulit dipahami.

Baca Juga :  Kumpulkan Alat Bukti Pelanggaran Protokol Kesehatan, Polri Periksa Rekaman CCTV di Sekitar Kediaman Rizieq Shihab di Petamburan

“Dalam satu kalimat dia menulis dari yang berwenang Ibu Negara RI Emawati. Dia juga mengaku sebagai presiden dan wakilnya Rhoma Irama. Ada juga surat ditujukan ke Pimpinan Kapolsek Cawang Otista Jatinegara. Bahasanya aneh,” ucap Budi.

Namun setelah dilepaskan, wanita itu tanpa disangka justru kembali berulah dengan melaporkan anggota TNI, Serka Saryoko, yang membantu Pamdal menenangkannya di Balai Kota ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, dengan tuduhan penganiayaan.

Akibatnya, pada sore hari yang sama, petugas Propam TNI datang untuk memeriksa laporan Emawati di Balai Kota DKI. “Kami yang jelaskan bahwa laporan itu tidak benar. Dan kami yang balik melaporkan dia ke polisi karena dia juga melaporkan,” tandas Budi.

Pihak Pemerintah DKI Jakarta akhirnya melaporkan wanita yang diketahui bernama Emawati itu ke polisi dengan tuduhan tindakan percobaan pembakaran gedung Blok G Balai Kota. “Semalam kami laporkan kembali ke Polsek Gambir, karena dia yang lebih dulu melaporkannya anggota TNI ke Polisi Militer,” kata Budi.

www.tempo.co