Beranda Daerah Semarang Mukerwil JSIT Jateng Fokus Penguatan Karakter dan Mutu Pendidikan

Mukerwil JSIT Jateng Fokus Penguatan Karakter dan Mutu Pendidikan

Peserta Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Gedung RA Kartini BBPMP Jawa Tengah, Semarang, Kamis (30/4/2026) | Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada Kamis (30/4/2026) hingga Jumat (1/5/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung RA Kartini, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Jalan Kyai Mojo, Srondol Kulon, Kota Semarang.

Mukerwil mengusung tema “Kolaborasi dan Inovasi untuk Penguatan Karakter serta Mutu Pendidikan di Jawa Tengah”. Kegiatan ini diikuti Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Wilayah JSIT Jawa Tengah, serta pengurus daerah dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan dewan pengawas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua 4 JSIT Indonesia Bidang Pembinaan Orang Tua, Heri Sucitro, serta Ketua 5 JSIT Indonesia Bidang Pengembangan Wilayah, Zainal Abidin.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, menegaskan pentingnya seluruh pengurus memahami dan mengimplementasikan kerangka kerja (framework) JSIT Indonesia dalam menjalankan program organisasi.

Baca Juga :  Dari Jeruji Besi, Eks Polisi Robig Diduga Masih Jalankan Jaringan Narkoba

Menurutnya, pemahaman yang menyeluruh akan membuat kerja organisasi lebih efektif dalam mencapai visi dan misi, yang meliputi literasi kebaikan dalam bingkai Islam, pengembangan kompetensi dan profesionalitas, serta pengembangan diri menuju kemandirian.

“Semua itu dijalankan melalui lima strategi utama dan sembilan program nasional yang telah dirumuskan,” ujar Hananto dalam sambutannya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Sementara itu, Heri Sucitro menekankan bahwa inovasi dalam dunia pendidikan menjadi sebuah keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Ia menyebut tantangan yang dihadapi generasi Alpha, orang tua, maupun guru semakin kompleks, sehingga lembaga pendidikan, termasuk Sekolah Islam Terpadu (SIT), dituntut untuk terus berinovasi.

“Kreativitas dalam menemukan solusi akan menjadi nilai tambah sekaligus penguat karakter Islami,” terangnya.

Heri juga mendorong JSIT Jawa Tengah untuk mengambil peran strategis sebagai wadah sinergi antar sekolah, termasuk dalam berbagi modul pembelajaran, praktik baik, hingga standarisasi mutu pendidikan.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Warning BUMD Jateng! Wajib Inovatif dan Kontribusi Terhadap PAD, Tidak Boleh Jadi Beban APBD

Rangkaian kegiatan hari pertama diisi dengan pemantapan rencana kerja masing-masing bidang dan subbidang, serta presentasi program kerja. Sementara pada hari kedua, hasil Mukerwil disampaikan kepada seluruh pengurus daerah JSIT kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai acuan pelaksanaan program ke depan. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.