JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jumlah Positif Corona Tembus 736 Kasus, Satgas Covid-19 Solo Sebut Nakes Mulai Kelelaan, Warga Diminta Jujur Saat Ditracing

Ilustrasi tenaga medis. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo meminta masyarakat jujur saat tenaga kesehatan (nakes) melakukan tracing pasien positif covid-19. Hal itu khususnya berlaku bagi warga yang pernah berkontak dengan pasien positif covid-19.

Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, selain diminta untuk jujur dan terbuka, warga juga diharapkan mematuhi setiap instruksi yang disampaikan para nakes.

“Karena faktanya di lapangan masih saja ada yang abai. Mereka tidak mau swab, padahal mereka masuk tracing. Tapi masih banyak yang mau bekerjasama dan terbuka,” urainya, Senin (5/10/2020).

Data per Senin (5/10/2020) sendiri menunjukkan peningkatan enam kasus baru pasien positif covid-19 di Solo. Enam kasus baru tersebut masing-masing berasal dari swab mandiri dua orang, tracing kontak dua orang dan dua orang lainnya pasien suspek yang naik kelas menjadi positif.

Baca Juga :  Ada Pegawainya yang Positif Covid-19, Kantor BKPPD Solo Kembali Dilockdown

Dengan adanya penambahan enam pasien tersebut, jumlah kumulatif kasus menjadi 736 orang. Terdiri dari 115 orang isolasi mandiri, 46 orang rawat inap, 546 orang dan 29 orang meninggal dunia. Sedangkan kumulatif pasien suspek mencapai 1.203 orang, dengan rincian 15 orang rawat inap, dua orang isolasi mandiri, 1.126 discard dan 60 suspek meninggal dunia.

Diakui Ahyani, kondisi nakes di lapangan dalam menangani pasien covid-19 saat ini mulai turun. Nakes mulai kelelahan setelah penambahan kasus yang terjadi selalu berada di dua digit angka beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Long Weekend, KAI Daop 6 Yogyakarta Tambah Perjalanan Kereta Api

Kondisi kelelahan tersebut terjadi pada nakes Puskesmas dimana mereka wajib melakukan tracing jika ditemukan kasus baru.

“Padahal akhir-akhir ini ekor kasus banyak yang panjang. Nakes lelah, karena selain mereka harus melakukan tracing, mereka juga tidak lepas kewajiban pokok mereka yakni program kesehatan lainnya.

DKK kan programnya banyak seperti menekan persebaran demam berdarah dengue (DBD), program penanggulangan Tbc (tuberculosis), program gizi bagi balita dan anak, serta program lainnya. Sekarang juga baru ada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Jadi wajar kalau mereka kelelahan. Karena itu, kalau bisa masyarakat bisa membantu meringankan tugas nakes dengan menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya. Prihatsari