JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Libur Panjang Akhir Oktober Kurang Menarik Minat Masyarakat untuk Bepergian

Andong melintasi Jalan Malioboro, Selasa (11/6/2020). Uji coba pedestrian Malioboro nantinya akan memprioritaskan moda tradisional becak kayuh dan andong / tribunnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Libur panjang akhir Oktober 2020 mendatang, ternyata kurang begitu menarik minat masyarakat untuk bepergian.

Setidaknya, hal itu terlihat dari survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.

  Kepala Badan Litbang Kemenhub Iniyatun menjabarkan sejumlah hal terkait hasil survei tersebut.

“Yang menarik ketika ditanya apakah saat libur panjang akan melakukan perjalanan, yang menjawab iya hanya 23 persen yang akan melakukan perjalanan. Sedangkan 77 persen menjawab tidak,” kata Iniyatun dalam konferensi pers virtual, Jumat ( 23/10/2020).

Survei itu menggunakan metode random sampling terhadap 1.526 responden dan memiliki margin error sebesar 5 persen.

Baca Juga :  Rendah, Minat Warga Petamburan Ikuti Rapid Test, Kapolda Metro Jaya Beri Imbauan Keras

Survei itu menunjukkan beragam alasan masyarakat yang memilih tak mau bepergian. Di antaranya didominasi oleh masih enggan pergi, karena adanya pandemi Covid-19.

Alasan mereka tidak melakukan perjalanan karena merasa lebih aman di rumah saja sebanyak 50,6 persen responden, mencegah tertular Covid-19 sebanyak 40,5 persen, tidak memiliki biaya sebanyak 7,7 persen dan masih belum percaya naik angkutan umum 1,2 persen.

Sedangkan dari 23 persen responden yang menjawab akan melakukan perjalanan saat libur panjang, mayoritas ingin berlibur ke tempat wisata dan lainnya sebanyak 59,5 persen. Sementara 40,5 persen mengatakan ingin pulang kampung.

Baca Juga :  Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Akan Kurangi Libur Panjang Akhir Tahun 2020. Menko PMK: Sesuai Arahan Presiden

Adapun daerah yang menjadi tujuan terbanyak, yaitu ke Jawa Tengah 21,61 persen, Jawa Barat 20,17 persen, Jawa Timur 15,56 persen dan 9,31 persen ke wilayah lainnya.

Adapun berdasarkan moda transportasi, mayoritas masyarakat yang ingin berpergian saat libur panjang nanti akan menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 64 persen. Sisanya menggunakan moda transportasi lainnya.

www.tempo.co