JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Meroket, Sehari 3 Warga Karanganyar Probabel Covid-19 Kembali Meninggal Dunia. Total Sudah 135 Warga Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Capai 715 Orang

Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan.

Dalam sehari Minggu (25/10/2020) kemarin, tiga warga berstatus probabel dilaporkan meninggal dunia. Sementara jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah mencapai 715 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek juga terus menanjak mencapai 2.229 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Senin (26/10/2020) pagi, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 715.

Baca Juga :  Kelakuan, 249 Perusahaan di Karanganyar Dilaporkan Nunggak Setoran BPJS Hingga Rp 6 Miliar. Kepala BP Jamsostek Ungkap Ada Yang Memanipulasi Data Juga!

Dari jumlah kasus itu, 132 orang masih dirawat, 540 sembuh dan 43 meninggal dunia. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.229 pasien.

Dari jumlah itu, 2.104 orang dinyatakan selesai pantauan, 67 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat tambah lagi  mencapai 135 orang.

Rinciannya 43 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 34 warga meninggal dalam status probabel. Sehari kemarin ada tiga warga dengan status probabel kembali dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga :  Tambah 18 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.243. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 194 Orang

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo