JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pembebasan Lahan Terlalu Ruwet, Investor Pabrik Sepatu asal Korsel Akhirnya Menyerah. Putuskan Angkat Kaki dari Sragen dan Pindah ke Vietnam, Lowongan 3.000 Tenaga Kerja Sirna Sia-sia

Papan penolakan lahan sawah warga untuk pabrik sepatu di Cepoko Sumberlawang (kiri). Pemandangan ratusan pelamar berjubel mendaftar lowongan di pabrik boneka PT CWI Masaran sampai terinjak-injak. Foto kolase/Wardoyo
Papan penolakan lahan sawah warga untuk pabrik sepatu di Cepoko Sumberlawang (kiri). Pemandangan ratusan pelamar berjubel mendaftar lowongan di pabrik boneka PT CWI Masaran sampai terinjak-injak. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Harapan besar untuk terbukanya lapangan kerja dari investor pabrik sepatu asal Korea Selatan di Sragen akhirnya kandas sudah.

Sang investor dengan investasi Rp 1,8 trilyun itu dikabarkan sudah menyerah dan memilih angkat kaki dari Sragen.

Rumitnya pembebasan lahan dan penolakan dari sebagian warga untuk menjual lahannya, menjadi kendala yang akhirnya membuat investor memutuskan angkat tangan.

Rencana investasi pabrik sepatu yang diproyeksikan menyerap 3.000 tenaga kerj itu sedianya mengincar tiga lokasi.

Pertama di Desa Sambungmacan Kecamatan Sambungmacan yang disambut baik warga dan Pemdes, namun terganjal sebagian lahan ternyata milik kas desa.

Baca Juga :  Hamil 5 Bulan, Dini Senang Bisa Bertemu Ibu Negara Iriana Jokowi. Dipesan Agar Tidak Stress

Kemudian sang investor membidik lahan di Desa Cepoko Kecamatan Sumberlawang. Ketika hampir finish, sebagian warga pemilik lahan menolak menjual dengan alasan mempertahankan warisan dan lahan yang dibidik lahan produktif.

Gagal di dua lokasi awal, investor masih mencoba peruntungan dengan menggeser lokasi di sebelah Cepoko yakni di Desa Bonagung, Tanon. Lagi-lagi, pembebasan lahan milik warga bermasalah bahkan memicu konflik memanas dan berkepanjangan antara warga dan Pemdes.

Karena sudah hampir enam bulan lebih tanpa ada kepastian, akhirnya sang investor memutuskan menghapus target Sragen dan berpindah ke Vietnam.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Sragen, Tugiyono.

Baca Juga :  Bakal Serap 35.000 Pekerja, Semua Buruh Pabrik Sepatu Korea di Tanon Sragen Dijamin Langsung Diangkat Karyawan Tetap

Ia memastikan investor pabrik sepatu asal negeri ginseng itu batal menanamkan modalnya di Sragen. Kabar terakhir yang diterimanya, sang investor tersebut mengalihkan investasinya ke Vietnam.

”Karena di Vietnam semua lahan tidak ada yang hak milik. Semua milik
negara. Ya apa mau dikata,” paparnya Selasa (6/10/2020).

Dia menyampaikan sebenarnya jika sepakat sebenarnya bisa meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar. Sebab Sumberlawang termasuk kawasan industri sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com