JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Resep dari 2 Dokter Ini Terbukti Cespleng Atasi Pasien Covid-19

Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Pasien Covid-19 sebenarnya dapat disembuhkan dengan cara yang sederhana. Salah satu yang menjadi kunci adalah berpikir positif dan suasana hati yang gembira.

Resep ini bukan sekadar teori, melainkan diungkapkan langsung oleh dua petugas medis yang menangani pasien Covid-19 secara langsung.

Dua orang tenaga kesehatan ini menyampaikan pendapat yang sama tentang satu penawar yang mampu membuat pasien Covid-19 lebih cepat sembuh.

Keduanya adalah dokter Debryna yang menjadi relawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dan Kepala Perawat ICU Rumah Sakit dr. Kanujoso Balikpapan, Kalimantan Timur, Rustina Susanti.

Keduanya menyatakan bahwa pasien yang berpikir positif dan selalu merasa bahagia, cenderung lebih cepat sembuh.

Baca Juga :  Dokter Reisa Sebut Jika Vaksin Telah Ada Bukan Berarti Masyarakat Langsung Bebas Beraktivitas, Tapi Harus Tetap Patuhi Ini

“Imunitas yang baik akan tercipta dari suasana hati,” kata Dabryna saat berbincang dengan Juru Bicara #satgascovid19, dokter Reisa Broto Asmoro yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat ( 2/10/2020).

Debryna mengamati betul bagaimana pasien yang berpikir positif, merasa bahagia mampu mengalahkan virus Sars Cov-2 yang telah menginfeksi tubuh mereka.

“Kalau pasien berpikir positif, kondisi ini dibawa enjoy, itu cepat sekali sembuhnya. Bahkan gejalanya saja bisa hilang dengan cepat,” ucapnya.

Senada dengan Debryna, Rustina Susanti mengatakan saat bertugas, dia selalu mengingatkan agar pasien Covid-19 berpikir positif dan banyak tertawa agar suasana hati menjadi bahagia.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Tak Perlu Takut Kontrol ke Rumah Sakit

“Mungkin ini imunisasi alami buat kita semua. Yang penting kita #pakaimasker, minum vitamin, makan teratur, cukup istirahat, semoga kita dijaga oleh Allah SWT,” katanya.

Rustina menambahkan, wajar jika seseorang merasa takut ketika dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, namun kekhawatiran itu jangan berlebihan.

“Takut boleh, tapi waspada wajib. Kalau rasa takutnya berlebihan, daya tahan tubuh jadi turun,” ujarnya.

Rustina bahkan menantang siapa saja yang belum percaya bahwa Covid-19 itu ada, maka dia akan mengajak orang tersebut tur ke ruang perawatan.

“Saya perlihatkan orang yang sedang berjuang antara hidup dan mati gara-gara Covid-19,” ucap Rustina.

www.tempo.co