JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Soal Nyawiji, Paslon Josss Lebih Ingin Berikan Edukasi ke Masyarakat Mengenai Politik yang Beretika

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Hingga kini paslon Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri nomor urut 2 Joko Sutopo-Setyo Sukarno alias Josss belum berpikir akan mengajukan sengketa terkait kata nyawiji ke Bawaslu.

Menurut Josss, pihaknya menginginkan adanya edukasi politik kepada publik. Politik yang didedikasikan adalah politik yang menjunjung tinggi etika.

Ketua tim pemenangan Josss, Sriyono mengatakan, pihaknya ingin mengedukasi masyarakat terkait etika dalam politik. Menurut dia, di dalam berpolitik haruslah menjaga norma-norma yang ada. Hal itulah yang dianggapnya sangat penting dan perlu diketahui oleh masyarakat.

“Kita ingin publik itu teredukasi, dalam kontestasi politik apapun haruslah memegang teguh etika berpolitik,” tandas dia, Kamis (1/20/2020).

Baca Juga :  Miris, 92 Warga Wonogiri Ditangkap Terjerat Narkoba Sebagian Masih Pelajar. AKP Dimas Ajak Prajurit dan PNS Kodim Ikut Memerangi, Pasi Intel Ingatkan Tak Boleh Terjerumus Narkoba!

Lebih lanjut Sriyono mengatakan, pihaknya telah lama melakukan branding nyawiji. Slogan itu sudah lekat dengan sosok Bupati petahana Joko Sutopo.

“Slogan ini dikoneksikan dengan periode pertama menjadi Go Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri. Branding ini kita bangun lama sekali. Tidak kita buat kemarin sore. Tidak instan begitu saja,” kata dia.

Ke depannya politik di Wonogiri, menurut dia, seharusnya menjunjung tinggi etika. Masyarakat juga harus mendapatkan edukasi bagaimana politik yang beretika.

“Kita ini kan leader, harus bisa membangun politik di Wonogiri yang beretika. Supaya tidak rusak tata krama berpolitik kita,” tandas dia.

Baca Juga :  Fakta-fakta ini yang Terungkap Seputar Staf KPU Wonogiri yang Meninggal di Hotel Keprabon Solo, Ternyata Periang dan Belum Menikah

Dia mengibaratkan, seperti berjalan di depan guru atau orang tua yang tengah duduk. Orang yang beretika akan membungkuk atau memberikan hormat hingga mengucapkan salam atau ungkapan permisi lainnya. Namun jika tidak beretika, adalah berjalan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan atau menghormati orang tua atau guru.

“Jika tidak aruh-aruh, juga tidak bisa dihukum, tapi itu namanya tidak beretika,” kata dia.

Cawabup nomor urut satu, Joko Purnomo, berujar pihaknya menggunakan kata nyawiji setelah memperoleh nomor urut satu atau siji. Aria