JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perhatian, Semua Warga PSHT Diimbau Tak Pakai Atribut PSHT Saat Keluar Rumah. Apalagi Saat Malam Hari!

Ilustrasi ribuan calon warga baru PSHT Cabang Sragen saat mengikuti tes pendadaran tahun 2019 di Lapangan Mojokerto, Kedawung, Sragen, Minggu (4/8/2019). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden pengeroyokan yang menimpa 6 remaja anggota perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) Sragen pada Senin (28/9/2020) malam menjadi atensi tersendiri bagi jajaran PSHT.

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen Parluh 16, Surtono pun langsung mengeluarkan maklumat kepada jajaran dan anggotanya.

Tak ingin insiden serupa terulang, ia pun menyerukan agar semua anggota PSHT utamanya parluh 16 untuk tidak memakai atribut bergambar PSHT saat keluar rumah di luar acara resmi perguruan.

“Untuk sementara kami minta semua anggota tidak boleh memakai atribut PSHT kalau keluar rumah. Apalagi kalau malam hari. Kecuali kalau acara resmi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/10/2020).

Surtono menyampaikan apabila latihan malam hari pun, setelah latihan sebaiknya seragam atau atribut PSHT dilepas dan pakai pakaian biasa. Sehingga dalam perjalanan tidak akan tertandai.

Ia juga meminta semua warga menahan diri serta tidak terprovokasi atas insiden pengeroyokan itu. Kemudian tidak melakukan aksi kekerasan atau aksi apapun serta menyerahkan penanganan kasus itu kepada kepolisian.

“Imbauan kami tidak terprovokasi dan tetap menahan diri. Serahkan semua penanganan kepada kepolisian,” tukasnya.

Surtono menambahkan jumlah anggota PSHT di Sragen mencapai 40.000 lebih. Imbauan itu disampaikan demi keamanan dan kondusivitas wilayah di Sragen.

Sebelumnya ia menyampaikan memang benar ada insiden pengeroyokan yang menimpa anggotanya di Pilangsari itu.

Baca Juga :  Bikin Onar dan Main Pukul, Grandong Akhirnya Ditangkap Polisi. Satu Korbannya Warga Tangen Dikepruk Pakai Herbel Sampai Bocor

Menurut informasi yang diterimanya, ada dua warganya usia remaja yang menjadi korban luka dalam kejadian itu.

“Ceritanya, lare-lare (anak-anak) itu sekitar enam orang pulang dari TC atau latihan di Pilangsari. Mereka naik motor dan masih pakai atribut PSHT. Sampai di dekat Terminal Pilangsari, mereka berpapasan dengan sekelompok rombongan banyak pakai motor. Lalu anak-anak itu dihentikan dan dipukuli. Ada dua yang dipukuli, yang empat berhasil kabur,” paparnya.

Atas kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres. Pihaknya memastikan sudah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihak kepolisian.

“Kami serahkan sepenuhnya penanganan di tangan aparat yang berwenang,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan aksi pengeroyokan bermula ketika korban bersama 4 temannya barusaja pulang latihan dari Training Camp (TC) di daerah Pilangsari.

Mereka berenam kemudian pulang bermotoran. Setiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB, mereka melaju dari arah selatan menuju ke arah jalan raya perempatan Pilangsari.

Saat mereka tiba di depan Terminal Pilangsari, mereka disalip rombongan pemuda tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Dua remaja yang diketahui merupakan warga PSHT parluh 16 mengalami luka setelah dikeroyok membabi buta oleh rombongan tak dikenal saat melintas di jalur dekat perempatan Pilangsari.

Kedua korban diketahui berinisial GR (14) dan YP (13) asal Sragen. Saat kejadian mereka berenam dengan mengendarai tiga sepeda motor.

Baca Juga :  Berikut Daftar Lengkap 14 Warga Sragen yang Positif Covid-19 Hari Ini. Masaran Meledak Lagi dengan 6 Kasus Baru, Muncul Klaster Baru di Sumberlawang dan Miri

Sedangkan pelakunya adalah rombongan bermotor sekitar 25 orang dengan mengendarai 15 sepeda motor berboncengan.

“Kemudian rombongan 15 motor itu berbalik setelah melihat korban dan teman-temannya. Mereka lalu menghentikan tiga motor rombongan korban. Lalu yang dua orang korban GR dan YP dipukuli oleh beberapa orang rombongan tak dikenal itu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (30/9/2020).

Tidak ada pembicaraan apapun. Beberapa orang dari gerombolan tak dikenal itu langsung memukul dan menendang dua remaja yang masih usia SMP itu bertubi-tubi.

Karena kalah fisik dan jumlah, kedua bocah itu hanya bisa pasrah menjadi bulan-bulanan beberapa pelaku. Setelah puas menghajar keduanya, para pelaku bersama rombongannya lalu kabur meninggalkan kedua korban yang luka tak berdaya.

“Korban satu mengalami luka di bagian wajah sedang korban satunya mengalami luka di bagian kaki akibat tendangan. Dua-duanya sudah divisum, tapi hanya luka ringan dan rawat jalan. Mereka masih bisa kembali beraktivitas,” terang Kasat Reskrim.

Selain melukai dua korban, Kasat menyampaikan dari keterangan korban, HP salah satu korban hilang dan diduga dirampas pelaku.

Sedangkan empat teman mereka lolos dari pengeroyokan setelah berhasil kabur saat rombongan pelaku mulai beringas.

AKP Guruh menambahkan saat ini pihaknya masih mengintensifkan penyelidan terkait kasus itu. Sudah ada beberapa saksi dan korban yang dimintai keterangan oleh penyidik. Wardoyo