JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sukses Kawinkan Metode Pertanian dan Perikanan, Petani Karanganyar Willy Suratman Bikin Apresiasi dari Menteri Pertanian. Pakan Ikannya dari Belatung dan Pelet, Kotoran Ikannya Jadi Pupuk Untuk Tanaman

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat menyambangi metode pertanian terintegrasi di Karanganyar, Kamis (15/10/2020). Foto/Beni
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi terhadap insiatif petani Karanganyar dalam mengembangkan teknologi pertanian melalui program Integrated Farming atau pertanian terintegrasi.

Salah satu keberhasilan prestasi tersebut adalah yang dilakukan oleh Willy Suratman warga Desa Kragan, Gondangrejo Karanganyar yang bisa menyulap lahan pertanian menuju teknologi pangan.

Willy dinilai membuat produk perkawinan bidang perikanan dengan bidang pertanian. Yakni dari hulu berupa produk budidaya ikan pada kolam yang besar.

Sedangkan pakan ikannya diambilkan dari produk pertanian berupa pelet 40% dan belatung 60%. Setelah belatung dan pelet dimix lalu untuk pakan ikan.

Selanjutnya, kotoran ikan diolah disalurkan untuk pupuk tanaman pertanian. Sedangkan air sisa sirkulasi kolam dialirkan untuk mengaliri tanaman pertanian seperti empon-empon dan jenis lainnya.

Setelah itu di hilirnya tanaman pertanian diolah dengan teknologi pertanian menjadi bahan pangan dan minuman.

Baca Juga :  Makin Ganas, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 671 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Sudah Mencapai 125 Orang

“Ini sungguh luar biasa SDM pertanian di Kabupaten Karanganyar yang bisa memadukan hulu sampai hilir menjadi satu kesatuan manfaat tanpa terputus,” ujar Mentan di sela meninjau ke lokasi pertanian terpadu, Kamis (15/10/2020).

Menurut Mentan, sistem ala petani Gondangrejo Karanganyar ini tinggal mencari sentuhan ke arah manajemen korporate.

Sehingga produk pertanian memiliki nilai tambah yang menjanjikan. Harapannya produk pertanian bisa meloncat kesektor korporasi.

Dengan begitu produk pertanian terintegrasi ini memiliki nilai market bisnis yang potensial kedepannya.

“Tentu sistem dan hasilya sistem pertanian terintegrasi itu beda dengan bertani secara manual yang tidak memiliki nilai tambah,” katanya.

Untuk itu, Mentan yang juga mantan Gubernur Sulawesi Tengah tersebut berjanji siap menggelontorkan bantuan sarana dan prasarana bagi pelaku pertanian seperti di Gondangrejo, Karanganyar tersebut.

Baca Juga :  Hasil Olah TKP Kecelakaan Karambol Ambulans Gasak Truk di Gondangrejo Karanganyar, Polisi Ungkap Sopir Ambulans Ngantuk dan Langgar Marka Jalan

“Jika sistem seperti ini bisa dikembangkan per 3.000 hektare satu kelompok pertanian, kami siapkan bantuan nyata baik obat-obatan, mesin dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Bahkan dihadapan Bupati Juliyatmono dan Ketua DPRD Bagus Selo beserta Forkompimda Karanganyar, Mentan menyatakan pada empat bulan ini segera memerintahkan staf segera turun ke Karanganyar.

Tim diterjunkan guna melakukan asistensi serta menggelontorkan bantuan pertanian.

Menanggapi janji Mentan tersebut, Bupati Juliyatmono mengaku senang dan memberikan apresiasi pada Mentan yang peduli akan Karanganyar.

“Setelah mendengar langsung dari beliau maka kami segera begerak cepat melaksanakan intruksi dari Mentan guna memajukan pertanian di Karanganyar,” tandas Bupati.

Untuk lahan pertanian Pemkab Karanganyar siapkan 23.000 hektare yang bisa dikembangkan menjadi penyangga pangan regional dan nasional. Beni Indra