JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tertangkap Bawa Sajam, 2 Santri Masih Diperiksa Intensif Polres Karanganyar. Tertangkap Saat Hendak Demo Tolak UU Omnibuslaw di Gedung DPRD

Foto/Beni
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Karanganyar terus melanjutkan pemeriksaan terhadap dua oknum santri yang kedapatan membawa senjata tajam sat hendak demo di Gedung DPRD Karanganyar menolak UU Omnibuslaw kemarin.

Sejumlah barang bukti sudah disita dan terus didalami guna dilakukan pengembangan motif membawa sajam tersebut. Serta asalnya dari mana dan yang menyuruh siapa dan seterusnya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan proses jalan terus.

“Saat ini masih di periksa di Unit Pemeriksaan anak karena ada yang usia bawah umur,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (14/10/2020).

Baca Juga :  Duta Guru Berprestasi asal Karanganyar Ungkap Beda Pembelajaran Jarak Jauh di Uni Emirat Arab dengan di Indonesia Saat Masa Pandemi. Di UEA Jaringan Internet Mak Wuss, di Indonesia Internetnya?

Untuk itu, pihaknya menunggu dari hasil pemeriksaan Unit Anak sebelum dilakukan pemeriksaan intensif. Yang jelas, Kasatreskrim menyebut barang bukti sudah ada tinggal dikembangkan saja materi pemeriksaanya.

“Kita tunggu saja tahap demi tahap proses pemeriksaan kasus ini,” ujarnya.

Menurut Kasatreskrim, dua orang yang membawa sajam itu adalah satu kelompok dari 73 anak usia bawah umur yang diamankan di Mapolres Karanganyar yang hendak ikut demo tolak UU Omnibuslaw di Gedung DPRD Karanganyar, Selasa (13/10/2020).

Karena yang lain tidak mengarah pada unsur kriminal maka dibebaskan. Namun dua orang ini harus menjalani pemeriksaan lanjutan terkait temuan senjata tajam.

Baca Juga :  73 Santri Ditangkap Polisi Saat Hendak Ikut Demo Omnibus Law di Karanganyar. Diinterogasi Kapolres, Jawabannya Mengejutkan!

Perlu diketahui pada aksi demo tolak UU Omnibuslaw di Karanganyar yang digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) Bangsa Kabupaten Karanganyar mengerahkan ratusan massa.

Namun di tengah perjalanan menuju Gedung DPRD, polisi menangkap satu truk santri bawah umur dari Karangpandan dan Matesih.

Tak pelak 73 santri langsung diamankan. Dan didapati ada dua santri yang membawa senjata tajam. Akhirnya keduanya ditahan untuk diperiksa, sedangkan yang lainnya dibebaskan setelah demo usai. Beni Indra