JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Video : Momen Polisi-Mahasiswa Berbalas Pujian Usai Aksi Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja Di Depan Balaikota Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja berlangsung di depan Balaikota Surakarta, Senin (12/10/2020) sore berjalan tertib dan aman.

Sekitar 150-an pengunjuk rasa yang tergabung dari tiga elemen yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) memulai aksi sekitar pukul 15.00 WIB hingga menjelang maghrib.

Sekitar 750 aparat gabungan TNI-Polri mengawal dan mengamankan aksi ini. Massa melontarkan sejumlah orasi dan membawa berbagai spanduk.

Seperti unjuk rasa di lokasi yang sama pekan lalu, aksi kali ini juga berlangsung kondusif. Unjuk rasa ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri serta doa.

Usai aksi, massa yang meninggalkan lokasi menyapa petugas kepolisian. Saling balas kata-kata pujian pun akhirnya tak terelakan. “Terima kasih Pak Polisi, terima kasih,” ucap sejumlah mahasiswa sembari berjalan meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  Sambut Maulid Nabi Muhammad, Habib Nyentrik Hasan Mulachela Berbagi Sembako ke Kampung Janda dan Panti Asuhan

Kasat Binmas, AKP Febriyani Aer pun turut memberikan simbol jari cinta kepada para mahasiswa yang berjalan menuju Bundaran Gladak sebagai lokasi kumpul pertama. “Semuanya hati-hari di jalan. Terima kasih ya sudah tertib,” ungkap perwira polisi berparas cantik itu.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memuji ketertiban peserta aksi hingga membuat jalannya unjuk rasa. Menurutnya, komitmen semua pihak untuk menjaga suasana tetap dingin dan damai jadi kuncinya.

“Sedari awal mereka berkomitmen menggelar aksi damai. Terima kasih untuk kawan-kawan mahasiswa yang sudah tertib dan menjaga kondusivitas aksi unjuk rasa,” puji Ade Safri.

Baca Juga :  Dipimpin Nurdin Halid, Golkar Jawa Tengah Gelar Konsolidasi untuk Kemenangan Pilkada di 21 Daerah

Sebelumnya, aparat keamanan juga mengamankan 73 pelajar dan 10 anarko di sekitaran Benteng Vastenburg, Bundaran Gladak, serta simpang empat Bank Indonesia. Mereka diduga hendak menyusup ke aksi unjuk rasa damai.

Puluhan orang itu diamankan oleh anggota gabungan baik TNI-Polri hingga Sat Brimobda Jateng. Setelah diinterograsi, sebagian besar dari luar Kota Solo.

“Kita sudah koordinasi dengan korlap aksi bahwa mereka tidak mengijinkan kelompok lain di luar tiga kelompok ini untuk ikut bergabung dalam aksi demonstrasi. Ini bagus sebagai filter agar tidak ada provokasi dari luar,” tukas Ade.

Puluhan orang itu lantas dibawa ke Mapolres Surakarta untuk diproses lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil orang tua masing-masing pelajar untuk datang.

(Prabowo)