JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ditelpon Seharian Tak Diangkat, Saat Pintu Didobrak Pria Asal Plumbungan Sragen Ditemukan Tewas di Rumahnya. Posisinya Hanya Pakai Singlet dan Celana Terbuka, Kepalanya Berdarah

Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono saat memimpin olah TKP dan evakuasi korban. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di Plumbungan, Karangmalang digegerkan dengan penemuan mayat di rumah warga, Senin (12/10/2020) malam.

Mayat yang diketahui bernama Sukatno (44) itu ditemukan di rumahnya Kampung Bangun Asri RT 16/05, Plumbungan, Karangmalang, Sragen.

Jenazah Sukatno ditemukan kali pertama oleh dua tetangganya, Purnama (41) dan Gimanto (57). Mereka curiga karena seharian korban tak kelihatan dan pintu rumah dalam kondisi tertutup.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat itu diketahui sekira pukul 20.00 WIB. Bermula ketika kedua saksi curiga dari pagi sampai sore, korban tak kelihatan.

Baca Juga :  Waspadai Duo China, Nova Widianto Targetkan Ganda Campuran Praveen/Melati Minimal Sumbang Medali di Olimpiade Tokyo

Kemudian ditelepon tidak diangkat. Karena curiga, keduanya kemudian berinisiatif mengecek ke rumah korban.

Sampai di rumah korban kondisi rumah tertutup rapat. Bersama warga, kemudian pintu didobrak. Saat dibuka, warga kaget mendapati korban sudah tergeletak tak bernyawa.

Saat ditemukan posisinya terlentang kepala di arah timur dengan hanya memakai kaos singlet dan celana pendek dengan posisi terbuka.

Korban ditemukan tewas di tempat cuci piring dekat kamar mandi. Tak lama berselang, tim Polsek Karangmalang meluncur ke lokasi.

Evakuasi jasad korban oleh tim berpakai APD lengkap. Foto/Wardoyo

Dari kondisinya, korban ditemukan meninggal dunia dengan luka di kepala, mengeluarkan darah dari mulut, hidung, telinga, mata dan kulit mulai mengelupas.

Baca Juga :  Tak Tahan Lihat Video Saru Istri Diduga Main Gituan Sama Beberapa Pria di Depan Anak, Warga Mojo Sragen Nekat Lapor Polisi. Ungkap Tiap Main Selalu Direkam 

Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono membenarkan penemuan mayat itu. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan,  tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Karena tidak ada tanda kekerasan dan keluarga sudah menerima, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga,” papar Kapolsek Selasa (13/10/2020).

Perihal penyebab tewasnya korban dan luka di kepala, Kapolsek menyebut diduga kuat korban jatuh karena lokasi mayatnya berada di tempat cucian piring dan baju yang licin.

“Karena di dekat lolasi juga ada ember. Terus jenazah juga sudah membengkak,” tegasnya. Wardoyo