JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Walikota Solo Bagikan 1.500 Smartphone untuk Siswa Miskin Dukung Pembelajaran Daring. Ancam Polisikan Jika HP Digadaikan

Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo.
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sudah membagikan sedikitnya 1.500 smartphone kepada siswa-siswa yang kurang mampu untuk mendukung proses belajar mengajar  mereka di tengah pandemi Covid-19 ini. Pemberian ponsel itu sebagai langkah tepat untuk membantu kendala para siswa yang tidak memiliki ponsel untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Menurut Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo, karena para siswa masih harus belajar melalui online, maka selain fasilitas pulsa yang harus diperhatikan adalah persoalan perangkatnya yakni laptop atau smartphone.

Banyak siswa yang harus bergantian dengan handphone milik orang tuanya, atau banyak juga yang smartphone-nya rusak. “Kalau yang kuat membeli gak masalah, tapi masih banyak siswa dari kalangan tidak mampu yang harus butuh perhatian. Kalau mereka dibiarkan pasti tidak akan peduli dengan belajar via online. Maka kita bersama-sama elemen masyarakat lain membantu pengadaan perangkat itu agar kebiasaan baru belajar online tetap jalan,” ungkap Walikota, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Tingkat Partisipasi dalam Pilkada Ditarget 77 Persen

Walikota mengingatkan ponsel pintar bantuan Pemkot Solo itu merupakat alat untuk belajar secara daring di tengah pandemi Covid-19 ini. Ia meminta ponsel bantuan itu tidak boleh digunakan selain siswa itu sendiri.

Peringatan itu disampaikan wali kota karena khawatir ponsel pintar itu dijual atau digadaikan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Wali Kota mengingatkan kepada orangtua siswa agar tidak menggadaikan maupun menjual ponsel pintar hasil pemberian Pemkot Solo untuk mendukung kegiatan belajar daring.

Orangtua siswa diancam dipolisikan jika nekat menjual ponsel bantuan Pemkot Solo. “Kalau dipinjam orangtua dan digadaikan ya (siswa) tak suruh telepon saya karena alat ini untuk mendukung pembelajaran jarak jauh,” kata Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy.

Rudy pun bercerita jika beberapa hari lalu terdapat salah satu orangtua siswa di SMP N 7 Solo yang nekat menggadaikan ponsel milik anaknya. Padahal ponsel tersebut merupakan bantuan Pemkot Solo yang diberikan untuk menunjang kegiatan belajar daring siswa. “Ada yang lapor, HP-nya diambil orangtuanya terus digadaikan. Saya minta untuk ditangani kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga :  Legenda Arseto Solo, Ricky Yacobi Meninggal Dunia. Diduga Serangan Jantung Saat Main Bola di Senayan. Begini Ceritanya

Setelah ponsel pintar milik siswa itu digadaikan oleh orangtuanya, Rudy pun kembali memberkan ponsel pintar kedua kalinya. Namun, alat untuk mendukung kegiatan belajar daring selama pandemi Covid-19 itu kembali diminta oranguanya untuk dijual.

“Setelah digadaikan, diberi lagi, terus mau diminta lagi. Akhirnya saya minta minta biar kepolisian yang mengurus. Saya mengancam akan mempolisikan jika ada yang menggadaikan atau menjual karena HP ini diberikan untuk anak-anak yang selalu mengeluh tidak bisa belajar secara jarak jauh lantaran tak punya HP,” ujarnya.

Dikatakannya, HP tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh siapapun kecuali anak. Untuk bermain game pun juga tidak diperbolehkan karena ini untuk belajar daring.(A Syahirul)