JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

133 Warga Lereng Merapi di Boyolali Sudah Diungsikan Pengungsian Sementara di Tlogolele

Sebanyak 133 orang mulai menempati tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11/2020). Foto: Ronald Seger Prabowo

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 133 orang mulai menempati tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11/2020). Mereka masuk kelompok rentan mulai lansia hingga anak-anak dari empat dukuh mulai Stabelan, Belang, Takeran dan Gumuk.

Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur ES menjelskan warga dengan kategori rentan memang mulai dibawa ke pengungsian sementara yang dibuka sejak kemarin. “Warga yang mengungsi masuk di daerah rawan bencana dengan radius jarak kurang dari lima kilometer dari puncak Merapi,” kata Neigen Achtah kepada wartawan lokasi.

Baca Juga :  Pantau Lokasi Pengungsian Gunung Merapi Secara Realtime, Pemkab Klaten Pasang CCTV

Protokol kesehatan ketat diketat oleh pihak desa di lokasi pengungsian dengan kapasitas 500 orang tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19. Dari pantauan di lapangan, setiap Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi mendapat satu bilik agar tidak bercampur dengan warga lainnya.

Sebelum masuk ke pengungsian, mereka dicek suhu, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang telah tersedia di depan gedung. Selain itu, di lokasi pengungsian terdapat ruang kesehatan, tempat ibadah, hingga dapur umum. Aparat gabungan TNI-Polri pun terlihat berjaga di beberapa titik.

Baca Juga :  Pantau Lokasi Pengungsian Gunung Merapi Secara Realtime, Pemkab Klaten Pasang CCTV

“Namun untuk balita dan ibu hamil kita tempatkan di rumah penduduk yang kosong dan diperbolehkan untuk digunakan,” paparnya.

“Untuk pengungsian ini akan dilakukan hingga instruksi berikutnya dari BPBD,” tambah Sekdes yang juga warga asli Tlogolele tersebut.

Salah satu warga, Tasrih (65) mengatakan sudah mulai mengungsi sejak kemarin dan langsung menempati barak.

“Saya sudah tiga kali harus mengungsi karena bahaya erupsi Merapi. Jadi sudah biasa saja saat akan kembali  mengungsi seperti sekarang ini,” ucap Tasrih. Prabowo