JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Temui Plt Bupati, Pedagang Kios Renteng dan Sekitar Alun-alun Sragen Tetap Kekeh Suarakan Penolakan Relokasi. Audiensi Kembali Gagal Dapat Solusi

Para pedagang yang tergabung dalam P3MR menggelar aksi demo membentangkan spanduk penolakan relokasi ke lantai dua Pasar Kota, Sabtu (14/11/2020). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah perwakilan pedagang di kios renteng sepanjang Kliteh, Jl WR Supratman dan seputaran Alun-alun Sragen yang tergabung dalam Persatuan Paguyuban Pedagang Menolak Relokasi (P3MR) mendatangi Plt Bupati Sragen di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Mereka menyampaikan keinginan agar dibiarkan di lokasi lama dan tidak direlokasi ke lantai dua Pasar Kota yang direncanakan dibangun mulai 2021.

Koordinator P3MR, Ganjar Adi Purbantoro kepada wartawan mengatakan pertemuan itu digelar untuk menyampaikan aspirasi pedagang dan mencarikan solusi.

Menurutnya para pedagang tetap pada tuntutan awal yakni memilih tidak dipindah dan tetap berjualan di lokasi saat ini.

“Memang belum menemukan titik temu. Namun Pak Dedy mencoba membuka komunikasi lagi yang selama ini mungkin agar tersumbat antara pedagang dengan Pemda,” paparnya.

Ganjar menyampaikan belum mengetahui ke depannya akan seperti apa. Sebab dari beberapa pertanyaan yang diajukan pedagang, hingga kini belum bisa mendapat jawaban pasti.

Seperti ketika Plt Bupati ditanya jumlah kios berapa dan kios yang dibangun berapa, belum bisa memberikan data. Kemudian opsi yang diberikan sementara masih tetap pindah ke lantai dua.

Baca Juga :  Jembatan Trobayan Kalijambe Mendadak Ambles, Truk Muat Pasir Terjungkal dan Terguling Masuk Sungai. Begini Kondisi Sopirnya!

“Padahal usaha masing-masing kios kan berbeda-beda. Ada yang di lantai satu ada yang dilantai dua. Namun permasalahan kami adalah tidak mau direlokasi karena peruntukkan sederetan kios renteng belum jelas. Diperlebar jalan atau bagaimana, Disperindag tidak bisa menjawab katanya tidak tupoksinya karena berurusan dengan DPU,” terangnya.

Ganjar menyebutkan Plt Bupati
juga belum mau membahas kapan akan digunakan. Ia juga mempertanyakan pedagang di bawah pohon trembesi di Pasar Bunder yang harusnya sudah hilang namun kenyataannya sampai sekarang masih bertahan.

Ia menegaskan pedagang pada prinsipnya tidak menyalahkan Pemda. Akan tetapi keinginan pedagang hanya tetap berjualan di lokasi awal.

“Harapan PGS lantai dua tidak bisa terjawab karena tidak dilanjutkan sampai sekarang. Membangun Sragen tidak hanya dari pemerintah, tapi kami (pedagang) juga ingin Sragen maju dengan cara yang tidak meninggalkan kearifan lokal. Karena bagaimanapun  mall dan di pasar itu rasanya beda,” tegasnya.

PLT Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menyampaikan bahwa pembangunan revitalisasi Pasar Kota itu digelar dengan dana yang tidak sedikit.

Baca Juga :  Jenazah Suyanto-Riyanto, Korban Pesawat Sriwijaya Air asal Sragen Belum Juga Ditemukan. Kondisi Psikis Kedua Orangtuanya Mulai Berubah Begini!

Menurutnya hal itu berhubungan dengan berbagai kepentingan masyarakat bahkan seribu lebih pedagang.

Menyikapu penolakan relokasi, ia menyebut masih akan mencari solusi yang baik.

“Kemauan mereka seperti apa dan kita cari solusi seperti apa agar pembangunan tidak memberikan dampak yang tidak baik kepada masyarakat,” kata dia.

Dedy menyampaikan sebagian pedagang sudah bisa menerima. Menurutnya, intinya mereka tidak mau direlokasi ke pasar kota namun setelah diberikan gambaran masih ada yang berfikir ulang.

“Mereka belum menolak masih mencari jawaban yang terbaik. Audiensi akan terus sampai kita temukan solusi. Tidak ada batas waktu karena juga belum ada pembangunan tetap ada,” terangnya.

Perihal apakah penolakan berdampak langsung dengan rencana pembangunan Pasar Kota, Dedy menyebut tidak berkaitan meskipun berhubungan. Pembangunan tetap akan dipersiapkan.

Jika para pedagang menolak nantinya bisa diisi yang lain.

“Kita membangun pasar, bukan membongkar. Tidak ada rencana dibongkar karena masih dihuni,” tandasnya. Wardoyo