JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Bertemu Gibran, Eks Napi Bom Bali Menaruh Harapan Ini

Calon Wali Kota Solo dari PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak. Kali ini ia melakukan sarasehan bersama Partai Bulan Bintang (PBB) di Gedung Joeang 45, Jalan Kapten Mulyadi no. 113, Kedunglumbu, Pasarkliwon, Senin (24/11/2020). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Calon Wali Kota Solo dari PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak. Kali ini ia melakukan sarasehan bersama Partai Bulan Bintang (PBB) di Gedung Joeang 45, Jalan Kapten Mulyadi no. 113, Kedunglumbu, Pasarkliwon, Senin (24/11/2020).

Afriansyah Noor selaku Sekjen PBB menyebut sosok Gibran bisa membawa masyarakat Solo lebih makmur,

“Pertemuan ini disaksikan seluruh keluarga besar PBB di Indonesia melalui zoom meeting. Mas Gibran merupakan figur milenial yang progresif, aktif, pengusaha muda, dan baik.

Insya Allah bisa membawa masyarakat lebih makmur. Kita siap bekerja sama dengan pemerintah, kalau ada kelompok inteloran yang berani ganggu, kami siap melawan itu semua,” kata Afriansyah.

Sementara itu, Gibran berterima kasih atas dukungan yang diberikan, “Sebenarnya saya itu udah nggak mikir mau kalah atau menang, yang penting kesehatan masyarakat yang utama. Sejak Maret sudah tidak ada relawan politik lagi, saya arahkan teman-teman relawan saya melakukan aksi kemanusiaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Solo gandeng SOLOPEDULI Salurkan Donasi untuk Korban Bencana

Ada yang spesial saat momen pertemuan tersebut, satu di antara peserta sarasehan, Joko Tri yang mengaku mantan napi teroris Bom Bali meminta perhatian Gibran agar tetap memberi ruang untuk berkarya.

“Saya mantan napi teroris bom Bali, dengan Pak Rudy kami diberi ruang untuk membentuk yayasan, namanya Gemassalaam. Waktu pandemi kemarin kami bersama teman-teman menyumbang masker sebanyak 2000 dan membantu paket sembako,” paparnya.

Joko yang terlibat di Bom Bali pada 2002 itu mengaku ditangkap saat 2004, ia harus menjalani hukuman selama 4 tahun.

Saat bebas pada 2008 silam, dirinya berharap peran pemerintah bisa membantu eks narapidana teroris untuk kembali ke masyarakat.

“Karena masih banyak terjadi penolakan dan stigma negatif. Alhamdulillah saya bersama teman-teman lainnya bisa kembali ke NKRI, sebelumnya saya kerja ikut orang jualan bestik di Penumping,” ujarnya.

Joko pun menaruh harapan banyak pada Gibran, pria berpeci itu mendoakan Gibran agar sukses di pencalonan wali kota dan dapat menjadi pemimpin amanah.

Baca Juga :  Keris Pusaka di Angkringan Lik Gino Setiabudi Solo

“Sekarang kami dengan teman-teman mantan napi teroris kalau di Solo sekitar 42 orang yang sudah kembali ke NKRI, sekarang usaha kami ternak kambing dan lele yang kami lakukan bersama-sama,” tutur Joko.

Lain lagi harapan dari Hari Martin, warga Nusukan yang meminta perhatian lebih pada kondisi pemakaman Muslim.

“Saya hanya prihatin pemakaman umat Islam rata-rata tidak begitu terawat, padat, dan berjejal. Nanti mohon perhatian khusus, Mas. Semoga dapat menyediakan fasilitas makam dengan cara yang lebih baik,” ungkap Hari.

Sementara itu, Gibran pun menanggapi sesuai apa yang disampaikan mengenai visi-misinya saat debat, ia akan merangkul UMKM agar naik kelas melalui Creative Hub, mendampingi dari proses branding, marketing, hingga mengurus perizinan untuk bersinergi menuju pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Ini (pemakaman tidak terawat) juga jadi keluhan dari banyak warga kalau saya blusukan. Ini jadi catatan khusus bagi saya,”tandas pria lulusan Singapura itu. Prabowo