JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Biar Ga Jadi Wong Sepele, Simak Gaes Seputar Debat Publik Paslon Bupati Wakil Bupati Wonogiri 2020 di Hotel Best Western Solobaru Sukoharjo, Lengkap Mulai Harapan Tim Pemenangan Hingga Soal Keamanan

Dua Paslon jajaran KPU dan Bawaslu Wonogiri dan lokasi debat. Dok. KPU Wonogiri

IMG 20201126 WA0062
Dua Paslon jajaran KPU dan Bawaslu Wonogiri dan lokasi debat. Dok. KPU Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hotel Best Western Solobaru Sukoharjo menjadi lokasi pelaksanaan debat publik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Wonogiri 2020, Kamis (26/11/2020). Acara yang disiarkan televisi swasta dan akun resmi medsos KPU Wonogiri itu digadang-gadang menjadi pembelajaran politik warga ujung tenggara Jateng tersebut.

Sejumlah pihak memberikan pandangannya seputar pelaksanaan kegiatan debat. Termasuk dari pihak kepolisian yang ternyata menerjunkan personil dari dua polres sekaligus.

Ketua Tim Pemenangan paslon Joko Sutopo- Setya Sukarno (Josss), Sriyono menyebutkan, debat publik menjadi pembelajaran politik yang baik. Ketika acara disiarkan langsung melalui televisi swasta nasional dapat memberi peluang tokoh-tokoh lokal daerah untuk dapat dikenal lebih luas.

Meski begitu pihaknya juga sangat menyayangkan terbatasnya waktu adu gagasan para paslon di dalam debat publik itu. Sehingga, untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah terlalu detail waktunya tidak mencukupi.

“Juga soal ketajaman jawaban dan sebagainya karena sempitnya waktu masing-masing paslon jadinya kurang menggigit,” tegas Ketua DPRD Wonogiri ini.

Baca Juga :  Benarkah Angin Puting Beliung Sebabkan Kematian Ikan Massal di WGM Wonogiri? Begini Kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri Sutardi

Ada lima panelis yang menyusun materi debat, mereka berasal dari kalangan akademisi, serta dipandu oleh seorang mederator. Sekitar sepuluh materi yang menjadi pertanyaan panelis. Di antaranya terkait jaminan keadilan tanpa diskriminasi kepada warga negara, banyaknya warga Wonogiri yang merantau dikhawatirkan terpapar ideologi yang menyimpang, tentang pertanian (penyediaan pupuk dan bibit), tentang program penguatan SDM (pendidikan), upaya peningkatan SDM (pendidikan dan kemiskinan), banyaknya Guru WB yang belum diangkat menjadi PNS.

Kemudian, tentang daerah blank spot di Wonogiri, terkait gender (kekerasan ibu dan anak), tentang keberlanjutan warga bisa sekolah. Lalu soal pemerataan bantuan sosial dan yang terakhir terkait kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19.

Sementara itu, tim pemenangan paslon Harjo (Hartanto-Joko Purnomo) Witanto menambahkan, terkait acara debat publik calon pemimpin Wonogiri itu sudah berjalan dengan baik. Dengan adanya debat publik dan penyampaian visi misi kedua paslon, masyarakat dapat memberikan penilaian masing-masing.

Baca Juga :  Klaster Pilkada Disebut Tidak Ada, yang Ada Yakni Klaster Libur Nataru, ini yang Menjadi Penyebab Lonjakan Kasus Positif COVID-19 di Wonogiri

“Penilaian tentu di masing-masing individu (masyarakat). Setelah itu apa visi misi yang dipaparkan kandidat,” .

Terpisah, Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing mengatakan, pengamanan debat ini dilakukan oleh dua polres sekaligus, yakni Polres Sukoharjo dan Polres Wonogiri. Dalam debat ini, sebanyak 100 personil dikerahkan untuk pengamanan di lokasi acara, dimana masing-masing polres berjumlah 50 orang dan ditambah dari jajaran Kodim 0728/ Wonogiri.

Selain menempatkan personil di lokasi debat, pihaknya juga menempatkan personil keamanan di akses menuju lokasi debat, mengingat jarak dari Wonogiri ke Sukoharjo dilalui beberapa tempat. Bahkan, pada pengamanan di lokasi debat sendiri, Polres Wonogiri juga menyiapkan metal detektor untuk pemeriksaan.

Terkait dengan simpatisan, pihaknya juga telah membantu melakukan sosialisasi agar simpatisan tidak hadir di lokasi debat. Ia menambahkan, ia juga telah mengerahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan di posko tim pemenangan yang melakukan nobar. Aria