JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Fakta Miris Di Balik Maraknya Begal Sepeda, Pelakunya Ternyata Kebanyakan Masih Remaja. Berikut 4 Faktanya!

Warga pakai poster jangan dibegal. Foto/Tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

977419 720
Warga pakai poster jangan dibegal. Foto/Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  -Sebanyak 10 tersangka Begal Sepeda ditangkap Kepolisian Daerah Metro Jaya. Mereka beraksi di rentang waktu September-November 2020. Aksi mereka menyisakan empat fakta yang patut diwaspadai.

“10 tersangka ini dari enam TKP,” kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 2 November 2020.

Nana mengatakan para tersangka begal sepeda dibekuk setelah polisi menerima 12 laporan dari masyarakat. Sampai saat ini, 6 laporan lain yang belum terungkap masih dalam pengejaran dan profiling para tersangka.

Berikut empat fakta seputar begal sepeda:

1. Pelaku kebanyakan anak di bawah umur dan pengangguran

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan kebanyakan dari 10 tersangka begal sepeda selama September-November 2020 yang diringkus polisi adalah anak di bawah umur dan pengangguran.

Mereka adalah MA (16 tahun), MMAH (17 tahun), NY (15 tahun), SL alias Tompel (17 tahun). Lainnya adalah SH, AR, BG, RN, ID, dan MAS alias Kancil.

Baca Juga :  Gubernur Anies Akui Kepatuhan 3M di Jakarta Menurun

2. Ajukan CCTV

Kepolisian Daerah Metro Jaya mengajukan permohonan ke Pemerintah DKI Jakarta untuk menambah jumlah kamera CCTV untuk mempermudah polisi menemukan pelaku begal sepeda yang kian marak.

“Kamera CCTV masih kami anggap kurang,” kata Nana.

Tambahan CCTV itu akan dipasang lagi di beberapa lokasi yang rawan begal sepeda. Polisi memerlukan tambahan kamera pengawas agar dapat mudah mengungkap pelaku.

3. Polisi bentuk Satuan Tugas

Tak cukup meminta penambahan CCTV, Wakil Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Antonius Agus Rahmanto pun bakal membentuk satuan tugas khusus untuk menangani maraknya kasus begal sepeda.

Tim itu nantinya akan bertugas mencari para pelaku yang sudah meresahkan masyarakat.

Antonius menjelaskan, kasus begal terhadap pesepeda telah mendapat atensi khusus dari pimpinan di Polres Metro Jakarta Selatan. Sehingga pihaknya akan serius menangani aksi kriminalitas ini.

Baca Juga :  Lagi, Kondisi Kesehatan Rizieq Shihab Jadi Sorotan. Ketua Umum PA 212 Sebut Pemimpin FPI Itu Kini Dirawat di RS UMMI Bogor

“Satgas khusus ini gabungan dari Polsek dan Polres Jaksel untuk masalah begal sepeda. Bisa kami sebut seperti itu, karena kejadiannya ini berulang,” ujar Antonius.

4. Anggota menyamar sebagai preman
Cara lain yang digunakan adalah dengan menyebar anggota untuk berbaur dengan warga.

“Kami sebar di beberapa titik anggota berpakaian preman. Jumlahnya 20 yang masuk dalam tim khusus,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Heri Ompusunggu Heri pada 25 Oktober 2020.

Sambil melakukan penjagaan, Heri mengatakan polisi juga memetakan lokasi dan jam rawan para pelaku kejahatan beraksi. Salah satu titik yang akan jadi fokus utama patroli, kata Heri, adalah jalan di Sudirman – Thamrin yang kerap digunakan para pesepeda.

www.tempo.co