JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Epidemiolog: Harus Ada Pemahaman Sekolah tak Lagi Sama dengan Sebelum Pandemi

Ilustrasi penerapan disiplin protokol kesehatan di dunia pendidikan. Istimewa

JOGLOSEMARNEWS.COM — Menjelang pelaksanaan pembelajaran atau sekolah secara tatap muka, Epidemiolog Universitas Andalas Defriman Djafri, mengingatkan pemerintah sebaiknya memberikan pemahaman kepada siswa, orang tua dan komite sekolah bahwa penerapan sekolah tidak akan sama lagi dengan kondisi saat sebelum pandemi Covid-19 belum ada.

“Kita harus memberikan penjelasan dan pemahaman kepada orang tua murid, kepada peserta didik mengenai pembukaan sekolah dengan kondisi pandemi. Jangan beranggapan ini akan sama dengan sebelumnya atau menganggap pandemi berakhir,” ujar Defriman kepada Republika, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga :  Prodi DKV FSRD ISI Surakarta Gelar  Workshop SINTA versi 3.0 Kemenristekdikti

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand itu menyebut seluruh sekolah harus menyiapkan segala fasilitas penunjang protokol kesehatan. Dan yang paling perlu dikontrol menurut Defriman adalah peserta didik yang masih kategori anak-anak.

Karena edukasi protokol kesehatan kepada anak-anak harus lebih intens dan dengan cara khusus. Anak-anak lebih sulit untuk diberikan pemahaman dan kesadaran menjaga kesehatan.

Baca Juga :  230 Mahasiswa FISIP Unisri Ikuti Kunjungan Virtual ke 9 Instansi

Defriman mencatat ada kebiasaan dan psikologis anak yang harus perlu diperhatikan dalam SOP protokol kesehatan. Yakni kebiasaan bersalaman, saling bertukar peralatan sekolah termasuk masker dan faceshield dan situasi tak terduga saat jam istirahat.

“Saat mereka jajan dan bermain sesama sebaya, itu akakn sangat rentan. Perlu ada kebijakan agar setiap anak-anak membawa bekal saja dari rumah,” ujar Defriman.

www.republika.co.id