JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Duka Sragen, Setrum Jebakan Tikus Kembali Memakan Korban. Pagi Ini Petani Asal Jatitengah Ditemukan Tak Bernyawa di Pematang Sawah Tetangganya

Kondisi Mbah Mino, petani asal Jatitengah Sukodono saat ditemukan tewas di sawah tetangganya karena kesetrum jebakan tikus, Rabu (4/11/2020). Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus setrum jebakan tikus kembali jadi mimpi buruk bagi petani Sragen. Pagi tadi, Rabu (4/11/2020) seorang petani asal Sukodono kembali meregang nyawa kesetrum jebakan tikus di sawah tetangganya.

Korban diketahui bernama Jumino (58) asal Putatsewu RT 2, Jatitengah, Sukodono, Sragen. Kakek paruh baya itu ditemukan tewas di pematang dan sawah milik tetangganya, Pariman (59) asal Lemahireng RT 5, Jatitengah, Sukodono, Sragen.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga kuat, korban sudah meninggal beberapa jam sebelumnya.

Korban baru diketahui oleh petani tetangga yang mendapati korban sudah tidak bernyawa.

Baca Juga :  Innalillahi, Suwarto Ditemukan Tewas Mengenaskan Dengan Tangan Pegang Kabel. Ini Dugaannya!

Saat ditemukan, posisinya tergeletak dengan kepala terjerembab di lahan sawah sedangkan kakinya menjuntai di pematang.

“Iya benar. Mbah Mino meninggal akibat kesetrum jebakan tikus. Tapi tidak ada yang tahu persis kronologinya, yang jelas saat ditemukan sudah meninggal. Tidak di sawahnya sendiri, tapi di sawah sampingnya,” papar Kades Jatitengah, Sagi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (4/11/2020).

Warga menduga korban terpeleset lalu terjatuh dan kena jebakan tikus di sawah Pariman. Sebab kondisi tanah di sawah lokasi kejadian masih basah dan berlumpur.

Baca Juga :  Klaster Hajatan Kalijambe Renggut 4 Nyawa, Pemkab Sragen Terbitkan SOP Baru Soal Hajatan. Mulai Hari Ini, Hajatan Harus Ijin Kepolisian, Jamuan Dibawa Pulang, Prasmanan Dilarang!

Kades menambahkan korban memang biasanya sering ngangklangi (menyambangi) ke sawahnya pada malam hari. Dugaannya pada malam tadi, ia juga melakukan hal serupa untuk memantau kondisi tanaman padinya yang belum lama tanam.

“Almarhum memang sering ke sawah kalau malam hari. Untuk ngecek apakah ada tikusnya atau tidak di sawah. Nah, tadi tahu-tahu sudah tergeletak kena setrum di dekat galengan (pematang),” tandasnya.

Kasubag Humas Polres Sragen, Iptu Suwarso membenarkan kejadian itu. Menurutnya saat ini masih dilakukan olah TKP di lokasi kejadian.

“Pak Kapolres terjun langsung memimpin olah TKP,” tandasnya. Wardoyo