JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Meledak Lagi, Sehari Tambah 23 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Melonjak Jadi 938. Jumlah Warga Meningg Capai 164

Ilustrasi proses pemakaman protokol covid-19. Foto/Humas Polda
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hari ini, Sabtu (7/11/2020), jumlah kasus  warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 938 kasus atau bertambah 23 dalam sehari.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak mencapai 2.377 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Sabtu (7/11/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 938.

Baca Juga :  Kisah Satu Keluarga Besar asal Plupuh Sragen dari Kakek Hingga Cucu Harus Kosongkan Rumah Setelah Semuanya Positif Terpapar Covid-19. Sempat 3 Hari Isolasi Mandiri, Bermula dari Hajatan di Jakarta

Dari jumlah kasus itu, 189 orang masih dirawat, 688 sembuh dan 61 meninggal dunia. Jumlah warga meninggal positif covid-19 bertambah satu orang. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.377 pasien.

Dari jumlah itu, 2.233 orang dinyatakan selesai pantauan, 86 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah mencapai 164 orang.

Rinciannya 61 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 45 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Tambah 24 Warga Positif dan 2 Meninggal Dunia, Kasus Covid-19 Sragen Melaju Jadi 1.199. Jumlah Warga Meninggal Sudah Mencapai 114 Orang

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo