JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ngeri, Cabut Tiang Internet, 3 Warga Ambal Kebumen Mendadak Terpental Hebat Kesetrum Listrik. Dua Orang Tewas Mengenaskan

Evakuasi korban. Foto/Humas Polda
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Evakuasi korban. Foto/Humas Polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Diduga tersengat listrik, seorang laki-laki inisial NS (50) warga Desa Sidoluhur,  Kecamatan Ambal, Kebumen meninggal dunia.

Dijelaskan Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto, peristiwa memilukan terjadi pada Hari Senin (9/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB di rumah Mayinem warga Desa Rowosari, Kecamatan Bonorowo, Kebumen, saat membetulkan kabel listrik di atap rumah.

“Awalnya, korban naik ke atap dan membetulkan kabel yang putus. Setelah berada di atas, korban terdiam tidak merespon saat dipanggil,” jelas Iptu Sugiyanto, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga :  Innalillahi, Suwarto Ditemukan Tewas Mengenaskan Dengan Tangan Pegang Kabel. Ini Dugaannya!

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh Polsek Bonorowo saat tiba di lokasi, ada salah satu kabel listrik yang putus.

“Kuat dugaan, korban tersengat listrik saat membetulkan kabel itu. Korban oleh warga setempat dikenal biasa membetulkan instalasi listrik,” pungkasnya.

Pada hari yang sama, kejadian tersengat listrik juga terjadi di Perempatan Pasar Hewan, Jalan Cendrawasih Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan/ Kabupaten Kebumen sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam peristiwa itu, satu teknisi pekerja yang tengah memasang jaringan kabel internet tersengat listrik dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Tegaskan Tidak Izinkan Acara Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Korban diketahui inisial RZ (21) warga Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan Kebumen.

Peristiwa itu bermula saat korban bersama dua teman lainnya mencabut tiang internet lama untuk diganti tiang baru.

Setelah selesai melakukan penggalian tiang lama dan melakukan pencabutan tiang mengenai kabel tegangan listrik.

“Saat itu juga ke tiga pekerja itu terpental saat tersengat listrik. Satu pekerjaan meninggal dunia dalam peristiwa itu,” jelas Iptu Sugiyanto. Edward