JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pasar Gede Jadi Contoh Penanganan Covid-19 di Kalangan Pedagang, Tetap Buka Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Kampanye pola hidup bersih dan sehat kepada para pedagang Pasar Gede Solo, beberapa hari lalu. Foto: Istimewa

pola hidup sehat pmi
Kampanye pola hidup bersih dan sehat kepada para pedagang Pasar Gede Solo, beberapa hari lalu. Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS-Pasar Gedhe Solo, menjadi salah satu percontohan pasar tradisional di Kota Solo dalam menghadapi Covid-19. Selain, menjalani protokol kesehatan khususnya 3M (mencuci tangan dengan antiseptic, menghindari kerumunan, memakai masker), para pengelola dan pedagang juga disarankan melakukan rapid test.

Para pedagang dan pengunjung yang tidak memakai masker diminta pulang kembali. Petugas pasar juga melakukan patroli secara rutin ke seluruh pasar untuk menertibkan para pembeli dan pedagang yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Sempat muncul kabar bahwa Pasar Gedhe tidak aman untuk transaksi menyusul adanya sejumlah pedagang yang reaktif. Kabar penutupan Pasar Gedhe itu tersebar di media sosial karena muncul isu pedagang positif Covid-19.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dengan tegas menyatakan bahwa Pasar Gedhe aman dari Covid-19 dan tidak ada penutupan pasar. Sebagai pasar yang jadi percontohan menghadapi Covid-1, maka Pasar Gedhe tetap buka dengan penerapan standar protokol kesehatan yang lebih ketat.

Baca Juga :  PPKM Mau Diperpanjang, Usaha Hiburan di Solo Minta Kelonggaran Bisa Tetap Buka. Banyak Karyawan yang Ekonominya Terganggu

Sebelumnya, ada pasar tradisional di Solo yakni Pasar Harjodaksino tutup karena ada pedagang yang positif Covid-19. Namun untuk Pasar Gedhe masih tetap buka dan terkendali dengan peningkatan standar protokol kesehatan.

“Pasar Gedhe tetap buka seperti biasa dengan menjaga kebersihan dan peningkatan standar penerapan protokol kesehatan yang ketat.  Akan ada peningkatan patroli oleh petugas pasar untuk mendisiplinkan pedagang dan pembeli dalam penerapan aturan protokol kesehatan,” kata Walikota.

Berdasar hasil rapid tes yang dilakukan oleh PMI untuk sebagian pedagang Pasar Gedhe, ada 3 pedagang yang hasilnya reaktif. Dinas Perdagangan mengambil langkah 3 pedagang yang reaktif tersebut untuk sementara tidak beraktivitas dan kiosnya ditutup sementara sambil menunggu hasil swab PCR Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta. “Langsung diambil tindakan cepat, tes swab,” ujarnya.

Baca Juga :  Gencarkan Layanan Plasma Konvalesen, PMI Solo Gandeng Stakeholder

Memang sempat muncul kabar Pasar Gedhe ditutup karena pedagangnya positif Covid -19. Kabar tersebut berantai dari media sosial hingga WA grup. “Yang ditutup hanya kios atau tempat berjualan 3 pedagang yang hasil rapidnya reaktif sambil menunggu hasil swab,” kata Walikota.

Pasar Gedhe tetap buka dan warga dipersilakan berbelanja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir, menjaga jarak, ” tegas Wali Kota Rudy.

Wali Kota menambahkan dengan adanya klarifikasi dari Pemerintah Kota Surakarta ini diharapkan bisa membuat warga masyarakat tenang untuk beraktivitas terutama dalam menjalankan roda perekonomian.

“Semoga klarifikasi ini menjadi pencerahan dan pengertian bagi warga masyarakat untuk beraktifitas belanja di Pasar Gedhe dan semoga COVID – 19 segera sirna dari Kota Solo dan Indonesia”, ujar Wali Kota. (A Syahirul)