JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pedagang Pisang Pasar Gemolong Asal Tanon Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Sragen. Enam Temannya dan Pedagang Ikut Tertular Positif!

Ny S, pedagang pisang asal Gawan Tanon saat dijemput untuk diisolasi ke Technopark setelah positif covid-19. Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Ny S, pedagang pisang asal Gawan Tanon saat dijemput untuk diisolasi ke Technopark setelah positif covid-19. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyebaran virus corona atau covid-19 yang menimpa seorang ibu pedagang pisang asal Desa Gawan,  Kecamatan Tanon, berinisial S (58) meluas.

Pedagang paruh baya yang berjualan di Pasar Gemolong itu kini jadi klaster baru penyebaran covid-19. Data terbaru yang dilansir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sragen, ada enam orang yang diketahui tertular dan ikut positif terpapar covid-19.

Enam orang itu mayoritas adalah teman sesama pedagang pasar. Mereka dinyatakan positif pada Minggu (1/11/2020) bersama 17 warga Sragen yang juga positif pada hari itu.

Enam orang yang positif dari klaster pedagang pisang itu diketahui dari hasil tracing dan sempat kontak erat dengan S.

Berdasarkan data yang dilansir Gugus Tugas, enam orang yang positif dari kontak erat dengan S di antaranya TMS (67) asal Masaran Sragen, S (59) asal Tegaldowo Gemolong,  S (72) asal  Plumbungan, S (49) asal Plumbungan,
S (41) teman sesama pedagang asal Kecik Tanon dan AVP (3) asal Gabusan Tanon.

Baca Juga :  Geregetan Sawah Kebanjiran Terus, Puluhan Petani di Ngrampal Sragen Rame-rame Tutup Paksa Proyek Jembatan Ganefo. Ogah Hanya Jadi Korban, Tuntut Dibuatkan Saluran Irigasi!

“Benar. Memang dari beberapa orang yang kontak erat setelah ditracing dan diswab ada sekian itu yang diketahui positif,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto.

Tatag menguraikan hal itu menunjukkan bahwa covid-19 memang sangat infeksius dan penyebarannya sangat mudah. Karenanya ia kembali menegaskan dan mengajak masyarakat untuk senantiasa menaati protokol kesehatan.

Yakni dengan mencuci tangan setiap saat, pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sebelumnya,  S (58) dinyatakan positif setelah kontak erat dan tertular dari BAF (17), siswi SMA yang tinggal di depan rumahnya pada pekan lalu. BAF positif setelah tertular dari bibinya, S (60) asal Desa Padas, Tanon, yang sudah lebih dulu positif sepekan silam.

Baca Juga :  Covid-19 Sragen Terus Meroket, Plt Bupati Wajibkan Semua Kepala Dinas Terjun Bantu Penanganan di Setiap Kecamatan. Diminta Berani Teguran Tertulis, Target Secepatnya Turun Zona!

Koordinator Satgas Covid-19 Desa Gawan, Warli Saputro, menyampaikan
Mbah S sehari-hari berprofesi sebagai pedagang pisang di Pasar Gemolong Sragen.

Setelah dinyatakan positif, S kemudian dijemput ambulans dan dibawa ke Technopark Sragen untuk menjalani isolasi dan penanganan medis.

Warli menjelaskan atas penambahan kasus itu, pihaknya bersama tim Satgas meminta untuk sementara waktu, rumah Mbah S dikosongkan terlebih dahulu. Sebab anggota keluarganya masih menunggu hasil swab test.

Ia juga berharap warga lain tidak perlu resah. Akan tetapi yang terpenting adalah menjaga kewaspadaan dengan cara menaati protokol kesehatan.

Mulai dari rajin mencuci tangan setiap aktivitas, pakai masker ketika keluar rumah dan menghindari kerumunan serta jaga jarak. Wardoyo