JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penolakan Relokasi Pedagang Kliteh dan Sekitar Alun-alun, Plt Bupati Sragen Sebut Sesuatu Yang Wajar. Berharap Ada Solusi, “Nggak Mungkin Rp 200 Miliar Dikembalikan!”

Spanduk berisi penolakan relokasi. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menyebut penolakan relokasi yang disuarakan kalangan pedagang di sepanjang Jl WR Supratman kios renteng Kliteh dan sekitaran Alun-alun, sebagai sesuatu yang wajar.

Meski demikian, ia meminta semua pihak, utamanya pedagang tidak bergejolak terlebih dahulu mengingat persiapan menuju revitalisasi Pasar Kota Sragen masih panjang.

“Saya rasa wajar, siapapun pedagang ketika sudah nyaman jualan, tiba-tiba ada wacana dipindah kemudian menolak,” paparnya kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Baca Juga :  Berikut Daftar 31 Warga Positif dan Meninggal Sragen Hari Ini. Dua Desa di Masaran Paling Banyak, 8 Orang Dirawat di Rumah Sakit

Meski demikian, Dedy menyampaikan revitalisasi Pasar Kota tetap harus berjalan. Menurutnya tidak mungkin pula dana Rp 200 miliar dari pemerintah pusat dikembalikan lagi ke pusat.

“Tapikan persiapan penataannya mulai sekarang. Tadi kita rapatkan karena tidak dalam waktu dekat ini, masih panjang waktu persiapan. Tapi kan reaksi di lapangan seakan-akan besok sudah mau dilaksanakan aja. Sehingga responnya sudah mau dimulai dilakukan,” terangnya.

Baca Juga :  Tragis, Pemotor Bawa Bronjong Ditemukan Terkapar Usai Tertimpa Pohon Besar di Nguwer Yang Ambruk Diterjang Angin Kencang. Arus Lalu Lintas Sragen-Solo Sempat Macet Setengah Jam

Dedy menyampaikan saat ini, lelang pun juga belum dimulai. Saat ini masih dalam proses penganggaran di pemerintahan pusat.

Karenanya, dalam waktu dekat pihaknya akan mempertemukan semua pihak untuk duduk bersama membahas persoalan itu.

“Termasuk mereka yang menolak. Tapi saya berharap tetap dibangun dan ada solusi, semua pihak menerima,” tandasnya. Wardoyo