JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sosok Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dari Bangku Dokter ke Panggung Politik. Kuat Karena Didikan Karakter Sang Bapak, Pantang Menyerah untuk Beri Yang Terbaik!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pilkada Sragen yang akan digelar tanggal 9 Desember mendatang, menciptakan sejarah baru bagi perjalanan pesta demokrasi langsung di Bumi Sukowati.

Untuk kali pertama, pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih pemimpin Sragen itu akan dihelat dengan hanya memanggungkan satu pasangan calon, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto.

Keduanya yang diusung koalisi Gotong Royong, PDIP, PKB, PAN, Golkar, Nasdem plus Demokrat sebagai pendukung, hanya akan melawan kotak kosong.

Pilkada kali ini juga tak pelak menjadi panggung khusus bagi Kusdinar Untung Yuni Sukowati atau yang akrab disapa Mbak Yuni. Pilkada ketiganya tersebut sekaligus bakal menahbiskan kiprahnya di panggung politik yang selama ini telah membesarkan namanya.

Ya, kiprah politik Yuni memang tak bisa lepas dari nama besar ayahnya, Untung Sarono Wiyono Sukarno atau yang akrab disapa Untung Wiyono. Dua kali memimpin Sragen sebagai Bupati periode 2001-2011 rupanya telah mewariskan naluri politik di kalangan putra-putrinya.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

Salah satunya, Yuni yang notabene merupakan putri sulung. Meski sempat mengenyam pendidikan kedokteran dan menjadi Direktur RSI Amal Sehat Sragen, faktanya ia tak bisa menafikan darah politik yang membuatnya memutuskan menanggalkan dunia dokter untuk terjun ke politik.

“Setelah lulus dari kedokteran, saya diamanahi untuk memimpin rumah sakit. Tapi seiring waktu, kemudian ada niatan untuk lebih memberikan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui jakur politik,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (9/11/2020).

Niatanya itu kemudian diwujudkan dengan masuk ke PDIP. Pileg 2009 menjadi debut perdananya sebagai Caleg DPRD Kabupaten Sragen.

Meski terbilang baru, kiprahnya langsung melambung usai meraup suara fenomenal mencapai 18.000 dan terpilih sebagai anggota DPRD.

Baca Juga :  Berikut Daftar 17 Warga Positif dan Meninggal Dunia di Sragen Hari Ini!

Bahkan raihan suaranya kala itu menjadi yang terbanyak di Soloraya maupun Jateng untuk tataran Pileg DPRD. Raihan suara fantastis itu lantas mengantarnya mendapat amanah duduk sebagai Ketua DPRD Sragen.

“Satu setengah tahun menjabat, kemudian saya didorong untuk mencalonkan diri ke Pilkada 2011. Saya berpasangan dengan Pak Darmawan Minto Basuki,” terangnya.

Kiprah perdananya di Pilkada itu rupanya belum berpihak. Lewat pertarungan sengit dan ada 5 paslon, Yuni harus menerima kenyataan belum berhasil dan kalah tipis dari pasangan Agus Fatchur Rahman-Daryanto.

Namun, kekalahan itu tak serta merta membuatnya patah arang. Seperti pesan ayahnya yang dikenal sebagai politikus ulung di Sragen, ia pun tetap berusaha berkiprah untuk memberikan pengabdian ke masyarakat dengan kembali menjalani profesi awalnya sebagai Dirut rumah sakit.

“Ayah saya selalu mengajarkan untuk tetap kuat apapun kondisinya. Itu yang menyebabkan kami selalu bangkit apabila kita di bawah. Meski Allah belum memberikan kesempatan saya menjadi bupati waktu itu, kami tetap semangat dan berusaha bangkit,” terangnya.

Lebih lanjut, Yuni menyampaikan karena sudah menanggalkan jabatan dari DPR, naluri pengabdian itu kemudian disalurkan lewat kapasitasnya sebagai anggota DPC PDIP Sragen.

Selain itu, kekalahan itu juga mengembalikannya untuk melanjutkan pengabdian lewat jalur profesinya sebagai dokter dan Dirut RSI Amal Sehat.

Meski tak lagi menjadi legislator, jalinan dan kedekatannya dengan masyarakat dan konstituen membuatnya kembali dipercaya untuk maju ke Pilkada Sragen kali kedua di 2015.

Di pertarungan keduanya itu, ia mendaftar lewat Gerindra dan berpasangan dengan Dedy Endriyatno asal PKS. Semangatnya untuk bangkit akhirnya mengantarkannya bisa memenangi Pilkada kedua itu dengan mengalahkan Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto.

Baca Juga :  Seru Debat Publik Pilkada Sragen, Dikeroyok 5 Panelis Cabup Yuni Lahap Semua Pertanyaan dan Lebih Dominan. Suroto Hanya Jawab Pertanian dan Zakat Tapi...

Didikan Karakter

Kini, setelah hampir lima tahun memimpin, duetnya bersama Dedy Endriyatno sudah memasuki penghujung roda.

Jika tak ada aral, Yuni bakal kembali memimpin untuk kali kedua lantaran ia dan pasangannya, Suroto hanya akan melawan kotak kosong di Pilkada 9 Desember nanti.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama jajaran PNS meninjau jaring pembatas di jembatan Sungai Garuda. Foto/Istimewa

Meski hanya melawan kotak kosong, istri dari Dr Akbar Zulkifli Osman itu mengaku tak akan berleha-leha.

Ia mengaku setiap hari terus terjun ke masyarakat melakukan sosialisasi sembari menyerap aspirasi apa-apa yang masih kurang dan perlu dibenahi demi kelancaran pembangunan Sragen nanti.

“Karena memang dari awal motivasi kami terjun di politik agar bisa memberikan pengabdian yang lebih kepada masyarakat,” tuturnya.

Di bagian akhir, Yuni menyebut perjalanan hidupnya dan kariernya dari bangku dokter hingga pasang surut di politik diakui telah banyak memberinya pelajaran hidup.

Namun, satu hal yang ia yakini, dari proses tersebut telah membentuk karakternya menjadi lebih terasah dan kuat dalam menghadapi situasi apapun.

“Karena dari kecil ayah saya selalu mengajarkan untuk tetap kuat apapun kondisinya. Didikan itu yang selalu terpatri di benak kami,” imbuhnya.

Pesan itu pula yang menurutnya selalu menjadi penguat apabila dalam keadaan di bawah. Kemudian petuah itu juga menjadi pelecut semangat untuk selalu bangkit menjadi lebih baik.

“Karena roda itu berputar, kalau belum diberi kesempatan harus kuat. Tapi kalau sudah bangkit dan diberi kesempatan kita harus bisa dan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa dan negara,” tandasnya. Wardoyo