JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sukseskan Pilwakot Solo 2020, KPU Solo Sasar Kaum Disabilitas Untuk Sosialisasi

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo menyasar kaum disabilitas untuk mensosialisasikan Pilwakot Solo 2020. Sosialisasi dilakukan tim penggerak partisipasi (Gerak Pasti) KPU Solo.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Bambang Christanto menyampaikan, sosialisasi pada kaum disabilitas tersebut merupakan salah satu bentuk upaya mendongkrak partisipasi pemilih tanggal 9 Desember 2020.

“Sosialisasi melibatkan tim Gerak Pasti yang sudah kami rekrut Oktober lalu. Sosialisasi untuk disabilitas kali ini menyasar tuna netra, tuna rungu dan tuna daksa. Ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih Pilwakot Solo 2020 terutama bagi komunitas disabilitas di Solo,” urainya, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga :  Ikut Berduka Meninggalnya Ricky Yacobi, Warga Pasoepati Gelar Aksi Belasungkawa di Jalan Slamet Riyadi Solo

Di sisi lain, materi sosialisasi yang disampaikan meliputi pengenalan dua paslon yang berkontestasi dalam Pilwakot Solo dan cara mengecek daftar pemilih tetap (DPT) lewat aplikasi lindungi hak pilihmu.

“Kemudian juga materi jadwal pemungutan suara di TPS, dan fasilitas disabilitas di TPS. Selama berlangsungnya acara komunitas sangat antusias dengan dibuktikan banyaknya pertanyaan dari mereka. Pertanyaan yang muncul dari komunitas diasabilitas diantaranya soal DPT. Kemudian menyampaikan keinginan mereka bisa melontarkan pertanyaan pada dua paslon saat debat terbuka pada 6 November mendatang,” tambahnya.

Baca Juga :  Bantu Imunitas Pengurus Masjid Agung Solo, Habib Hasan Mulachela Bagikan Suplemen untuk Mencegah Covid-19. Ini Alasannya

Sementara itu, rencana debat terbuka dua Paslon (pasangan calon) akan disiarkan di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Debat akan dilaksanakan Jumat (6/11/2020), di Hotel The Sunan Solo.

“Kami akan menghadirkan penerjemah bahasa isyarat. Ini merupakan upaya membantu kaum disabilitas memahami isi dari debat nanti,” tukas Bambang. Prihatsari