JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Tambah 32 Kasus Baru, Positif Covid-19 di Kota Solo Jadi 1.412 Orang

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Solo semakin masif, bahkan awal pekan ini angkanya tercatat mendekati 1.500 orang. Yakni mencapai 1.412 orang.

Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya per Senin (9/11/2020), tercatat ada tambahan 32 kasus baru. Tambahan tersebut membuat jumlah kasus aktif menjadi 400 kasus atau lebih dari seperempat jumlah kumulatif kasus di kota bengawan.

“Hari ini (Senin) nambah 32 kasus baru. Rinciannya 10 orang pasien suspek naik kelas dan 22 sisanya adalah tracing atau ekor dari delapan kasus induk atau pasien positif Covid-19 sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga :  2 Pegawainya Positif Covid-19, Kampus ISI Solo Lockdown Hingga 28 November

Sedangkan berdasarkan domisili, mereka tersebar di 12 kelurahan. Masing-masing dari Kelurahan Banjarsari satu orang, Sangkrah dua orang, Semanggi tiga orang, Nusukan enam orang, Gilingan satu orang, Sumber dua orang, Jebres satu orang, Karangasem satu orang, Mojosongo enam orang, Penumping tiga orang, Pasarkliwon empat orang dan Kelurahan Jagalan dua orang.

“Dari delapan induk kasus, ada yang bawa ekor dua, tiga dan empat. Salah satunya kasus perkantoran di Banjarsari terus yang di RSUD Ngipang juga. Makanya kita lakukan tracing lagi untuk mencari apakah masih ada ekor atau tidak,” imbuhnya.

Sedangkan terkait penutupan kantin di kompleks Balaikota, Ahyani mengatakan, hal tersebut dilakukan setelah diketahui suami salah satu pengelola kantin positif Covid-19. “Suaminya ini ASN dan setiap hari ya di kantin, makanya untuk keperluan tracing kantin kita tutup sementara. Semua yang ada di sana diminta karantina mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  FPI Bandingkan Kerumunan Rizieq dan Gibran Saat Pendaftaran Pilkada, Begini Jawaban Kapolresta Solo

Sementara itu, dari jumlah kumulatif sebanyak 1.412 kasus, terdiri dari 80 orang dirawat inap, 320 orang isolasi mandiri, 955 orang sembuh dan 57 orang meninggal dunia. Sedangkan kumulatif pasien suspek sebanyak 1.309 orang, rinciannya, 28 orang rawat inap, empat orang isolasi mandiri, 1.206 discard dan 71 orang meninggal dunia. Prihatsari