JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terus Melejit, Kasus Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 1.273 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 196 Orang

Ilustrasi penanganan pasien di ruang isolasi corona virus. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Selasa  (24/11/2020) pagi ini, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 1.273 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak mencapai 2.562 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Selasa (24/11/2020) pagi, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 1.273 orang.

Baca Juga :  Berikut Daftar 9 Warga Sragen yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Rata-rata Masih Muda, Berasal dari 7 Kecamatan!

Dari jumlah kasus itu, 289 orang masih dirawat, 903 sembuh dan 81 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.562 pasien.

Dari jumlah itu, 2.408 orang dinyatakan selesai pantauan, 96 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 196 orang.

Rinciannya 81 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 57 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  62.560 Vaksin Covid-19 Tiba di Semarang, Tapi Besok Hanya 3 Kabupaten/Kota yang Akan Gelar Vaksinasi

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo