JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

UNS Kembali Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru di Tengah Pandemi

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengukuhkan tiga guru besar baru secara luring dan daring pada Selasa (3/11/2020). Ketiga guru besar tersebut yaitu Prof. Dr. Budhi Haryanto, MM. yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng. Humas UNS
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengukuhkan tiga guru besar baru secara luring dan daring pada Selasa (3/11/2020). Ketiga guru besar tersebut yaitu Prof. Dr. Budhi Haryanto, MM. yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Teknik Industri dan Prof. Dr. Ir. Margaretha Maria Alacoque (MMA) Retno Rosariastuti, M.Si. yang merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Bioremediasi Tanah Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Prof. Dr. Budhi Haryanto, MM. Guru Besar ke-16 FEB dan ke-225 di UNS akan membawakan pidato pengukuhan dengan judul `Model Keperilakuan Konsumen dengan Variabel Pemoderasi Jenis Produk (Studi Pada Makanan Tradisional)`.

“Perilaku konsumen terhadap makanan tradisional adalah merupakan isu yang relatif menarik untuk diteorikan. Hal ini dikarenakan ada 2 alasan yang mendasari yaitu alasan praktis terkait dengan fenomena riil yang terjadi di Indonesia yaitu tentang gejala-gejala negatif yang berkenaan dengan makanan tradisional,” urainya, Senin (2/11/2020).

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Rancang Sistem Pertanian Pesisir, Menggabungkan Budidaya Ikan dan Tanaman, Bagaimana Teknisnya?

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng guru besar ke-15 FT dan ke-226 UNS akan membacakan pidato pengukuhan dengan judul `Penerapan Ergonomi untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Furniture`. Sejak tahun 2013, Prof. Bambang sudah ikut terlibat dalam penelitian dan pengabdian masyarakat terutama untuk meningkatkan daya saing UMKM.

“Keterbatasan teknologi proses produksi menyebabkan terbatasnya jumlah, jenis dan variasi produk yang dihasilkan serta kualitas produk yang rendah, sehingga produk yang dihasilkan menjadi statis dan tidak mampu lagi untuk bersaing di pasar. Untuk itu perlu diatasi dengan menerapkan teknologi tepat guna. Penerapan teknologi tepat guna di UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk,” papar Prof Bambang.

Baca Juga :  Ekonom UNS-UI Bahas Arah Kebijakan Moneter Indonesia Selama Resesi

Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Margaretha Maria Alacoque (MMA) Retno Rosariastuti, M.Si. Guru besar ke-30 FP dan ke-227 UNS akan membacakan pidato pengukuhan dengan judul `Pengembangan Teknologi Bioremediasi Dalam Remediasi Tanah Tercemar Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan.

Bioremediasi merupakan suatu teknologi untuk memulihkan lingkungan tercemar material berbahaya menggunakan mikroorganisme atau tumbuhan tingkat tinggi yang ada di alam. Bioremediasi mengandung pengertian bio (ogranisme hidup) dan remediasi (pemulihan kembali).

“Prinsip utamanya adalah mengubah dan mendegradasi polutan seperti hidrokarbon, minyak, logam berat, pestisida, pewarna dan sebagainya. Tujuan dari penggunaan teknologi bioremediasi antara lain karena di Indonesia, banyak terjadi degradasi pada lahan pertanian yang antara lain disebabkan oleh pencemaran logam berat dari limbah industri dan rumah tangga. Alih fungsi lahan pertanian ke peruntukan lainnya juga menyebabkan meningkatnya kasus degradasi lahan yang menyebabkan makin banyaknya lahan marginal,” tukasnya. Prihatsari