Beranda Umum Nasional 3 Kali Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Kini Godog Aturan...

3 Kali Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Kini Godog Aturan Perjalanan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto: Dok BPNB/M Arfari Dwiatmodjo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tiga kali libur panjang selama masa pandemi Covid-19, ternyata selalu diiringi dengan lonjakan jumlah kasus positif Covid-19.

Belajar dari fakta tersebut, maka dalam menghadapi libur panjang akhir tahun, pemerintah tak mau kecolongan.

Menurut juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, pemerintah tengah menyusun kebijakan terkait dengan perjalanan pada saat libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Langkah tersebut diambil untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

“Kebijakan yang saat ini sedang dibahas, meliputi persyaratan berupa testing yang harus dilakukan oleh pelaku perjalanan dalam rangka screening,” kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (17/12/2020).

Wiku mengatakan bahwa kebijakan yang akan diambil juga merupakan bentuk antisipasi dan pencegahan terhadap peningkatan penularan yang terjadi.

Baca Juga :  WFH Digulirkan, Pengemudi Ojol dan UMKM Diprediksi Kena Imbas

Apalagi dari data Satgas Penanganan Covid-19, libur panjang kerap memicu kenaikan jumlah penderita Covid-19.

Selama masa pandemi saja, ada tiga liburan panjang yang sudah dijalani, yakni Libur Hari Raya Idul Fitri, Libur Hari Raya Kemerdekaan pada Agustus, dan libur panjang 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 lalu.

Wiku pernah mengatakan semua libur panjang itu menimbulkan kenaikan kasus pada 10-14 hari kemudian. Bahkan bisa bertahan 1-2 minggu selanjutnya. Kenaikan kasusnya bisa 50 sampai lebih dari 100 persen.

Atas dasar itu, Wiku Adisasmito menghimbau agar masyarakat dapat mematuhi kebijakan yang akan dibuat.

Baca Juga :  Pemerintah Tekan Platform Digital, X Mulai Nonaktifkan Akun Anak di Bawah Umur

“Saya meminta masyarakat untuk mematuhi seluruh persyaratan dan peraturan terkait perjalanan di tengah pandemi sehingga penularan bisa betul-betul dapat dicegah,” kata Wiku.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.