JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Zulkarnaen, Teroris Kelahiran Masaran Sragen Yang Ditangkap Densus 88 Ternyata Pernah Kuliah di Yogyakarta Jurusan Biologi. Tapi Hanya Empat Semester

Ilustrasi penyitaan barang bukti terduga teroris oleh tim kepolisian. Foto/Wardoyo

 

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror berhasil menangkap seorang terduga teroris bernama Zulkarnaen (57) di Lampung.

Penangkapan Zulkarnaen turut menguak jatidiri teroris kelahiran Desa Gebang, Masaran Sragen yang dibekuk usai buron selama 20 tahun itu.

Ternyata, pria bernama asli Aris Sumarsono itu pernah mengenyam pendidikan tinggi. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Zulkarnaen pernah menempuh pendidikan selama empat semester.

Yakni pada tahun 1982 di Fakultas Biologi sebuah kampus di Yogyakarta.

Baca Juga :  9 Warga Sragen Positif dan 4 Meninggal Dunia Hari Ini, Total Kasus Dekati Angka 4.000, 3.485 Orang Sembuh, 236 Meninggal Dunia

“Zulkarnain adalah panglima askari Jamaah Islamiyah ketika bom Bali 1,” papar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020.

Zulkarnaen disergap dalam sebuah penggerebekan di Gang Kolibri, Toto Harjo, Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

Dari data Mabes Polri, pria asal Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen itu dikenal memiliki lima nama.

Selain Zulkarnaen, ia juga dikenal dengan nama lain Aris Sumarsono alias Daud alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman itu.

Baca Juga :  Lagi, 15 Warga Sragen Positif Terpapar dan 3 Meninggal Dunia Hari Ini. Jumlah Kasus Positif Lampaui 4.000, 3.499 Sembuh dan 239 Meninggal Dunia

“Penangkapan tanpa perlawanan,” jelas Argo Yuwono.

Zulkarnaen merupakan buronan terkait kasus teror Bom Bali 1. Argo mengatakan terduga teroris asal Sragen, Jawa Tengah itu diduga berperan dalam menyembunyikan Upik Lawangan alias Taufik Bulaga alias Udin.

Upik telah lebih dulu ditangkap Densus 88 di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung pada 23 November 2020.

Selain itu, Polisi menyebut Zulkarnaen menyiapkan semacam pelatihan khusus membuat bom dan terlibat konflik-konflik di Poso dan Ambon. (Tempo.co/Wardoyo)