JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Lampaui 2.000 dan 220 Warga Meninggal, Kasat Binmas Polres Terjun Blusukan ke Ponpes-Ponpes. Ini Imbauan Yang Disampaikan!

Foto/Humas Polda

unnamed 1 750x536 1
Foto/Humas Polda

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meroketnya kasys covid-19 di Karanganyar turut mendapat atensi dari kepolisian setempat.

Sebagai wujud kepedulian, Kasat Binmas Polres Karanganyar AKP Y. Subandi bahkan terjun langsung melakukan supervisi dan pembinaan ke Pondok Pesantren Siaga Candi (PSC) di Ponpes Darul Amal pimpinan KH. Khafindi.

Di Ponpes yang dikelola Ketua Da’i Kamtibmas Polres Karanganyar itu, Kasat secara khusus memberikan
imbauan terkait l penularan Covid-19 yang belakangan semakin meningkat.

‘Saat ini banyak sekali masyarakat yang sudah terpapar positif Corona dari berbagai macam klaster. Untuk itu kami himbau kepada Ponpes agar mengefektifkan kembali fungsi dan peran gugus tugas yang ada di Ponpes,” papar AKP Y Subandi.

Baca Juga :  Kabar Duka, 2 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia Hari Ini Positif Terpapar. Berasal dari Jenar dan Krikilan Masaran, Jumlah Warga Meninggal Capai 250

Ia menekankan kepatuhan protokol kesehatan mutlak diperlukan. Baik pengadaan sarana dan prasarana pendukung, maupun pada saat melaksanakan suatu kegiatan baik didalam Ponpes maupun di luar Ponpes.
Menurut Subandi, kegiatan sambang tersebut bertujuan untuk memantau keaktivan ponpes dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Duh Gusti, 3 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia Hari Ini Positif Terpapar. Dua Orang dari Tanon, Satu Orang Berusia 90 Tahun

Selain itu sekaligus melaksanakan kegiatan aman nusa VI yang saat ini masih digelar Kepolisian.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Supervisi dan asistensi diharapkan penyebaran Covid-19 khususnya klaster Ponpes dapat ditekan.

Di sisi lain, hingga Minggu (13/12/2020) siang ini, jumlah kasus covid-19 di Karanganyar sudah mencapai angka 2.097 kasus dengan 220 warga meninggal dunia. Rinciannya 99 warga meninggal positif, 61 suspek dan 60 probable. Wardoyo