JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pembacokan Berdarah Gegara Persaingan Antar Genk Remaja di Tegal. 6 Remaja Genk Bali dan Denpas Nekat Bacok Lawan Genk Yang Baru Beli Rokok

Foto penangkapan geng pembacokan. Foto/Humas Polda
PPDB
PPDB
PPDB

Foto penangkapan geng pembacokan. Foto/Humas Polda

TEGAL, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kasus pembacokan terhadap seorang remaja, M. Hana Alfan (19) warga Jalan Sultan Hasanudin Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal yang terjadi Minggu (29/11/2020) lalu.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo mengatakan, pihaknya telah mengamankan 6 orang terduga pelaku yang diketahui beberapa di antaranya masih di bawah umur.

“Pelaku sudah berhasil kami amankan, ada 6 orang,” kata Rita, didampingi Kasatreskrim AKP Syuaib Abdullah saat konferensi di Mapolres Tegal Kota, Senin (14/12/2020).

Pelaku adalah AN (16), BAS (18), ARA (17), RAS (16), MSA (18), dan KFH (16).

“Jadi setelah dibuat laporan polisi 10 Desember, langsung dilakukan upaya tindak lanjut termasuk penangkapan pelaku,” kata Rita.

Bersama pelaku turut diamankan 6 buah senjata menyerupai celurit. Mereka yang melakukan penyerangan terhadap korban, disebutnya gabungan dari 2 genk motor di Kota Tegal.

Rita mengatakan, peristiswa pembacokan terjadi pada Minggu 29 November 2020 lalu di Jalan Ir. H Juanda Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

“Pelaku masing-masing dalam genk. Genk Denpas dan Genk Bali. Korban ini ternyata beda genk, masuk di kelompok Genk Remaja Malam. Karena beda genk akibatnya ada gesekan dan dilakukan penyerangan. Korban kena sabetan senjata tajam,” kata dia.

Disampaikan Rita, perkara ini dikenakan Pasal 170 dan atau 351 KUHP. Melihat ancaman hukuman di bawah 7 tahun dan bukan tindakan berulang, sesuai tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, penyidik berupaya melakukan diversi. Hal itu juga atas persetujuan dari korban.

“Ke depan akan ada sidang diversi agar ada kesepakatan. Pelaku tidak kita tampilkan dalam ungkap kasus ini karena di bawah umur. Mereka tidak kita tahan, namun dalam pengawasan,” kata Rita.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja, M. Hana Alfan (19) warga Jalan Sultan Hasanudin Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Selasa (8/12/2020) terlihat terbaring lemah di kediamannya. Kaki sebelah kanannya terluka hingga kesulitan berjalan.

Alfan menjadi korban pembacokan sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (29/11/2020) lalu. Saat itu dia sedang berada di warung di Jalan Ir. H. Juanda.

Alfan mengatakan, peristiwa bermula saat dirinya pulang dari kawasan Terminal Bus Kota Tegal pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Dalam perjalanan, dirinya mampir ke sebuah warung di Jalan Ir. Juanda untuk membeli rokok. Saat itu, ia bersama 6 teman lainnya.

“Saya kemudian menyalakan rokok dan menghisapnya di warung bersama teman-teman saya yang jumlahnya sekitar 6 orang,” kata Alfan, kepada wartawan di kediamannya, Selasa (8/12/2020).

Saat itu, kata Alfan, ada sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor sekitar 7 orang melaju dari arah selatan. Setelah melewati warung itu, mereka kemudian memutar arah dan mendekatinya sambil membawa senjata tajam.

Menurut Alfan karena takut, ia dan teman-temannya berlari ke arah selatan. Nahas, rupanya ada puluhan orang lainnya yang jumlahnya lebih banyak sudah menunggu.

Saat itu dirinya dikejar menggunakan senjata tajam oleh para pelaku hingga mengenai bagian lutut sebelah kanan. Dalam kondisi terluka dirinya terus berlari hingga sampai di KUA Dukuhturi.

“Saya sembunyi sampai yang orang-orang yang mengejar tadi pergi,” kata dia.

Setelah para pelaku pergi, sambil menahan rasa sakit dia pergi ke RS Singkil untuk mendapatkan pertolongan hingga akhirnya dirujuk ke RSI Harapan Anda.

Orang tua korban, Yulian Efendi (48), mengatakan saat di rumah sakit anaknya diminta untuk operasi. Karena tidak memiliki biaya, anaknya kemudian di bawa pulang sembari mengurus BPJS untuk biaya operasi. “Sejak itu, anak saya kesulitan untuk berjalan karena rasa sakit,” kata dia. Edward