JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Catat, 5.000 Warga Sragen dari 2 Kelompok Profesi Ini Bakal Jadi Prioritas Pertama Disuntik Vaksin Covid-19!

Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengisyaratkan ada dua kelompok profesi yang akan menjadi prioritas pertama untuk divaksin covid-19.

Dua kelompok itu adalah TNI Polri dan tenaga kesehatan. Untuk tahap awal, diprediksi ada 5.000 tenaga kesehatan dan aparat TNI Polri yang pertama kali mendapat suntikan vaksin tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala DKK Sragen, Hargiyanto belum lama ini. Kepada wartawan, ia mengatakan tenaga kesehatan dan aparat keamanan menjadi prioritas pertama karena mereka adalah garda depan pelayanan kepada publik.

Baca Juga :  Tambah 72 Warga Sragen Positif dan 4 Meninggal Dunia Hari Ini. Pasien Sembuh Tambah 70 Orang, Jumlah Kasus Positif Capai 3.920, Warga Meninggal Jadi 229

“Nanti jumlahnya sekitar 5.000an dari aparat TNI Polri dan tenaga kesehatan yang akan dapat vaksin pertama kali,” paparnya.

Hargiyanto menyampaikan tenaga kesehatan yang akan divaksin adalah semua tenaga kesehatan baik yang bertugas di instansi negeri maupun swasta.

Setelah dua kelompok profesi itu, nantinya secara bertahap vaksinasi akan dilakukan ke kelompok masyarakat lainnya. Termasuk lansia, mereka yang berpenyakit penyerta, ibu hamil dan lainnya.

Namun perihal berapa jumlah kebutuhan dosis vaksin untuk Sragen, Hargiyanto mengatakan belum bisa menyampaikan. Menurutnya saat ini masih menunggu kepastian dan petunjuk teknis dari pemerintah perihal vaksin covid -19 itu.

Baca Juga :  Viral Sampai Luar Negeri, Kisah Penderitaan Legenda Sinden Kondang Sragen Suji Mentir Bertahun-tahun Terbaring Lemah Digerogoti Penyakit. Tiba-tiba ada Hamba Allah dari Taiwan Kirim Bantuan, Subhanallah!

“Apakah nanti vaksinnya gratis atau membeli, kita masih menunggu. Yang jelas kita masih melakukan pendataan siapa-siapa yang prioritas untuk divaksin. Nanti yang jadi prioritas hukumnya wajib untuk divaksin,” tandasnya.

Pun dengan jenis vaksin yang akan dipakai, pihaknya juga belum mengetahui. Semua itu masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Wardoyo