JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ditanya Sosok Pelda Eka Budi, Tetangganya Tiba-Tiba Terdiam Lalu Bilang Tak Tahan dan Langsung Menitikkan Air Mata…

Suasana duka menyelimuti kediaman Pelda Eka Budi di Krikilan, Kalijambe, Sragen, Senin (14/12/2020) malam. Insert: Sosok Pelda Eka Budi, Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musibah kecelakaan maut mobil patroli Polsek Kalijambe digasak KA Brantas di perlintasan tanpa palang Dukuh Siboto, Kalimacan, Kalijambe, Sragen, Senin (14/12/2020) dinihari tadi, turut membawa duka bagi warga Desa Krikilan.

Ya, satu dari tiga orang yang ada di mobil patroli itu adalah Pelda Eka Budi M (50). Personel Koramil Kalijambe itu hingga malam ini belum ditemukan. Diduga kuat, personel berpangkat pembantu letnan dua itu terlempar dari mobil dan jatuh ke sungai.

Meski belum diketahui keberadaannya, tragedi kecelakaan itu tak pelak menghadirkan kabar duka bagi keluarga dan warga sekitar.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , suasana berkabung terlihat di kediaman almarhum di Dukuh Krikilan RT 8, Desa Krikilan, Kalijambe. Deretan kursi sudah ditata di halaman rumah.

Advertisement
Baca Juga :  Dicanangkan Pak Menteri, Factory Sharing di Gemolong Sragen Diproyeksikan Tampung 400 Perajin Mebel di 3 Kecamatan. Dinas Berharap Jadi UPTD

“Maaf keluarga sedang berkabung Mas,” papar salah satu personel berseragam TNI yang duduk di kursi depan rumah duka.

Ada sekitar enam prajurit yang terlihat siaga di rumah duka. Kemudian ada satu warga paruh baya tetangga Pelda Budi, juga duduk bersama para prajurit kolega Pelda Budi petang tadi.

Warga bernama Radimin Hadi Wiyono itu merupakan tetangga dekat rumah Pelda Budi. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Radimin mengaku kabar kecelakaan maut di Siboto itu memang turut membuat warga Krikilan berduka.

Sebab, di mata warga, Pelda Budi dikenal sebagai sosok yang sangat baik dan memasyarakat.

Kaget sedaya Mas (kaget semua Mas).
Pak Budi niku sae, sae sanget. Kerep tolong menolong, ke masyarakat sae. Tugas juga sae sae. Mboten nate wonten napa- napa kalih warga. (Pak Budi itu orang baik, baik sekali. Sering tolong menolong, tugas juga baik-baik. Tidak pernah ada apa-apa dengan warga),” tutur Radimin.

Baca Juga :  Modal Tekun, Pria Asal Tanon Sragen Sukses Ciptakan Mobil Lamborghini Aventador KW dari Honda Accord. Butuh 1 Tahun Lebih, Hasilnya Bikin Kaget

Radimin juga mengisahkan bahwa kebaikan dan kedekatan sosok Pelda Budi dengan warga sekitar bahkan nyaris sudah seperti keluarga sendiri.

Namun sejenak kemudian dia tiba-tiba terdiam lalu matanya berkaca-kaca dan menitikkan air mata. Ia pun menyampaikan maaf tak kuasa lagi menjawab.

Pak Budi itu kalih warga mriki mpun kados keluarga sendiri, sama warga dan tetangga cedak-cedak (Sudah seperti keluarga sendiri dan dekat-dekat). Ngapunten Mas saya nggak tahan. Nggak bisa berkata-kata lagi,” ujarnya sembari menaikkan masker untuk menyeka air matanya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua