JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Galang Dana hingga Lewat Kotak Amal, Organisasi Teroris Jamaah Islamiyah Disebut Sedang Kesulitan Keuangan

Tim Densus 88 Antiteror mengawal terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah setibanya di Bandara Soekarno-Hatta dan akan dibawa ke Jakarta. Foto: Istimewa/Mabes Polri

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) saat ini diduga sedang mengalami kesulitan keuangan dan keterbatasan dana. Dugaan itu didasarkan pada aktivitas JI yang disebut sedang menggalang dana dari masyarakat umum melalui kotak amal dan juga acara-acara tabligh.

“Jamaah Islamiyah saat ini mulai berusaha untuk terjun ke masyarakat karena semakin sulitnya mengumpulkan dana jika hanya lewat infak anggota,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Untuk melancarkan aksinya, tutur Argo, organisasi teroris itu dengan seksama memilih sosok yang dimunculkan di masyarakat. Salah satu syaratnya adalah nama sosok tersebut tidak pernah disebut dalam BAP (berita acara pemeriksaan) pelaku kasus terorisme yang sudah tertangkap polisi.

Baca Juga :  Penambahan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jateng ke-2 Terbanyak

“Anggota Jamaah Islamiyah yang mengemban tugas untuk go public memiliki persyaratan, seperti namanya masih bersih dari keterangan BAP anggota (JI) yang sudah ditangkap dan biasanya sudah vakum (dari kegiatan terorisme) dalam waktu yang cukup lama,” kata Argo.

Dari hasil penyelidikan Polri, ditemukan bahwa organisasi teroris itu telah mendapatkan dana salah satunya dari kotak-kotak amal yang disebar di berbagai tempat dengan menggunakan beberapa nama yayasan resmi agar tidak memancing kecurigaan masyarakat.

Menurut polisi, ada dua metode pengumpulan dana untuk JI, yaitu dengan menggunakan kotak amal dan pengumpulan secara langsung melalui acara-acara tabligh.

Baca Juga :  Ini Strategi Sandiaga Uno untuk Dongkrak Okupansi Hotel di Masa Perpanjangan PPKM

Dalam metode kotak amal, JI menggunakan nama yayasan resmi yang mencantumkan nama dan kontak yayasan, nomor SK Kemenkumham, Baznas dan Kemenag, serta melampirkan majalah yang menggambarkan program-program yayasan.

Selain metode kotak amal, JI juga menggalang dana pada acara-acara tertentu yang biasanya disebutkan untuk membantu para korban konflik di Suriah dan Palestina.

Metode kotak amal dilakukan dengan mencantumkan nama Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) dan FKAM. Sementara untuk metode pengumpulan langsung menggunakan nama Yayasan Syam Organizer (SO), One Care (OC), Hashi dan Hilal Ahmar.

www.tempo.co