JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ketakutan Dirapid Tes Antigen di Exit Tol, Rombongan DPRD Probolinggo Mendadak Pilih Mundur Alon-alon dan Batalkan Kunker ke Karanganyar. Padahal Mau Studi Banding Penanganan Covid-19

Ilustrasi swab test. Foto/JSnews

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Rombongan DPRD Kabupaten Probolinggo Jatim terpaksa membatalkan rencana kunjungan ke Kantor Satpol PP Karanganyar pada Minggu (27/12/2020) guna studi banding terkait pencegahan covid 19.

Alasan pembatalan karena rombongan takut jika terkena rapid tes antigen yang hendak dilakukan Polres Karanganyar. Sebelumnya Polres sudah menyiapkan rapid test antigen di 4 exit tol pintu keluar tol.

Rombongan DPRD Probolinggo pun akhirnya memutuskan mengalihkan agenda kunjungan ke Kabupaten Semarang.

Akibat pembatalan kunjungan tersebut rombongan juga membatalkan reservasi salah satu hotel di Colomadu yang sudah dipesan sebelumnya. Padahal jumlah rombongan diperkirakan sekitar 20-25 orang.

Kepala Kantor Satpol PP Karanganyar, Yophie Eko Jati Wibowo saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM membenarkan kabar tersebut. Pembatalan terjadi pada Rabu (23/12/2020) lalu oleh utusan DPRD Kabupaten Probolinggo.

“Sebenarnya kami sudah melobi meyakinkan pada utusan tersebut bahwa Karanganyar aman tidak ada pelaksanaan rapid tes,” ujarnya saat dihubungi Kamis (24/12/2020).

Baca Juga :  Nekat Tenan, Konser Musik Acara Hajatan Bayekan di Karangpandan Karanganyar Langsung Dibubarkan Paksa Satpol PP. Kepala Satpol PP: Biar Tak Terulang!

Namun utusan itu bersikukuh merasa takut terhadap kabar rencana akan digelar Rapid Tes di 4 pintu keluar jalan tol yakni exit Ngasem, Gondangrejo, Klodran dan Kebakramat.

Saat itu Yophie meyakinkan bahwa pelaksanaan rapid test di 4 exit tol tersebut hanya secara acak saja dan waktunya pun belum diketahui.

Sehingga kemungkinan tidak ada masalah jika rombongan masuk ke Karanganyar

“Intinya rombongan sudah ketakutan ya sudah padahal upaya kami meloby agar dengan kunjungan itu bisa berdampak ekonomi. Setidaknya hunian hotel bertambah serta kemungkinan berkunjung ke tempat wisata di Karanganyar,” ujarnya.

Dijelaskan Yophie, rencana kunjungan itu DPRD Probolinggo akan mempelajari cara Satpol PP mengawal penanganan penyebaran covid serta peran Satpol PP Karanganyar dalam pendekatan sosialisasi efektif kepada masyarakat.

Termasuk di dalamnya penanganan dalam hal denda jika kedapatan ada warga yang melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga :  Kalau Mau Kaya, Jangan Jadi PNS. Para CPNS yang Terima SK Diminta Istighfar!

Dimata DPRD Probolinggo, lanjut Yophie, cara sistem Satpol PP Karanganyar menangani dan mencegah covid berhasil tanpa ekses di masyarakat.

Cara itu yang akan diadopsi untuk diterapkan di Kabupaten Probolinggo, namun karena batal, akhirnya DPRD Probolinggo mengalihkan rencana kunjungan ke Kabupaten Semarang.

“Kami pun bisa memaklumi ketakutan mereka,” ungkapnya.

Terpisah Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi menegaskan sudah menyiapkan petugas rapid tes di 4 exit tol Karanganyar. Petugas akan melakukan rapid tes on the spot pada pengendara luar kota yang hendak masuk ke Karanganyar.

“Ini bukan menakut-nakuti orang yang mau masuk ke Karanganyar tetapi ini adalah antisipasi riil melakukan pencegahan covid. Sekaligus untuk menyadarkan bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri atau bersama,” ungkapnya. Beni Indra